Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas mengguncang sebuah rumah di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (7/1/2026) pagi. Insiden ini menyebabkan seorang ibu rumah tangga, Venny Hermawati (41), terlempar keluar rumah dan mengalami luka parah.
Ketua RT 14 RW 07, Wenny Trisuarni, menjelaskan kronologi awal kejadian. “Dari saksi pertama yang lihat, itu ada korban yang terlempar keluar dengan kondisi seluruh badan kena luka ledakan dan bau gas,” ujar Wenny, seperti dilansir Antara, Rabu (7/1/2026).
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Menurut informasi dari pihak keluarga, Venny Hermawati menderita luka bakar serius hingga sekitar 80 persen di sekujur tubuhnya. “Kalau kondisi terakhir, (informasi) dari keluarga (korban mengalami luka) sekitar 80 persen. Itu kondisinya, karena bajunya itu sudah sampai robek-robek,” tambah Wenny.
Ledakan tersebut terjadi di rumah tinggal berlantai dua di Jalan Jelambar III, Grogol Petamburan. Mureks mencatat bahwa tabung gas yang menjadi pemicu insiden ini berukuran 12 kilogram.
Wenny Trisuarni menegaskan bahwa tabung gas itu sendiri tidak meledak, melainkan gas yang bocor telah memenuhi ruangan rumah sejak malam hari. “Sebenarnya tabungnya itu nggak meledak. Gasnya itu 12 kilo. Dari Damkar dugaannya karena bau gas yang menyengat banget. Gas itu sudah semalaman bocor, karena ruangan tertutup, tidak ada ventilasi,” jelasnya.
Dugaan sementara, ledakan terjadi saat korban mulai beraktivitas di pagi hari. “Namanya ibu-ibu, pasti mau menyiapkan makanan. Kemungkinan itu dia ada aktivitas, tapi ini baru dugaan karena korban juga lagi luka parah,” kata Wenny.
Akibat ledakan, bagian depan dan dalam rumah korban mengalami kerusakan parah, dengan puing-puing bangunan berserakan hingga ke jalan. Selain itu, dua rumah lain di sekitar lokasi juga turut terdampak. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Jelambar segera dikerahkan untuk menyingkirkan material bangunan yang runtuh.
Venny Hermawati telah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Royal Taruma oleh warga menggunakan mobil pribadi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.





