Internasional

PHRI Bali Ungkap Penurunan Kunjungan Wisatawan Domestik, Tiket Pesawat Jadi Sorotan Utama

Kinerja pariwisata Bali sepanjang tahun 2025 menunjukkan paradoks menarik. Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara yang melampaui target, jumlah wisatawan domestik justru tercatat mengalami penurunan tipis. Fenomena ini memunculkan persepsi bahwa Bali terlihat lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak Signifikan

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengungkapkan bahwa capaian wisatawan asing sepanjang 2025 sangat positif. Target pemerintah berhasil dilewati, bahkan mencatatkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

“2025 itu kita melampaui target ya. Jadi target 6,5 juta untuk internasional turisnya kita bisa melampaui menjadi 7.050.000 (kunjungan) orang asing yang datang ke Bali sampai akhir tahun 2025. Nah kalau kita bandingkan di tahun 2024, tentu ini merupakan kenaikan, kenaikannya 11%,” kata Rai kepada CNBC Indonesia pada Kamis (8/1/2026).

Mureks mencatat bahwa pergerakan penumpang dari Imigrasi dan bandara menunjukkan arus wisatawan asing yang konsisten sejak awal hingga akhir tahun 2025. Puncak kunjungan bahkan terjadi menjelang tutup tahun.

“Jadi menurut data, kan kita berdasarkan data dari Imigrasi dan Airport, internasional turis ke Bali sampai mulai Januari 2025 sampai penghujung tahun 2025, 31 Desember itu mencapai puncaknya 7.050.000 orang,” ujar Rai.

Wisatawan Domestik Turun, Bali Terkesan Sepi

Namun, kondisi berbeda justru terlihat dari segmen wisatawan nusantara. Rai menyebut, jumlah wisatawan domestik mengalami koreksi sekitar 3-5%. Penurunan ini membuat Bali tidak seramai tahun sebelumnya oleh kunjungan wisatawan lokal, bahkan sempat memunculkan narasi viral di media sosial yang menyebut Bali tampak sepi.

“Nah yang mengalami penurunan kurang lebih 3-5% itu adalah domestiknya. Sehingga tidak ramai sekali, tidak menyebabkan kemacetan total seperti tahun sebelumnya. Jadi itu diberitakan kok sepi, anehnya viral ya itu ya nih,” sebut Rai.

Faktor Pemicu Penurunan: Libur Minim dan Tiket Mahal

Rai membeberkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab turunnya wisatawan domestik. Minimnya libur cuti bersama menjadi salah satu pemicu utama. Selain itu, harga tiket pesawat menuju Bali dinilai kurang kompetitif dibandingkan destinasi luar negeri.

“Domestik ini turun dikit, pertama karena tidak adanya libur cuti bersama, kedua adanya tiket ke Bali itu relatif dianggap mahal, bahkan mereka compete dengan tiket yang ke Singapura lebih murah dan juga compete dengan tiket yang ke Thailand, ke Vietnam gitu loh. Paket-paketnya kan sangat menjanjikan itu,” ujar Rai.

Mureks