Pemerintah Brasil resmi mengerahkan Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) atau Garda Nasional ke perbatasannya dengan Venezuela. Langkah ini diambil menyusul serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela pada akhir pekan lalu, yang memicu ketegangan di kawasan.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengecam keras tindakan Washington, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan. “AS telah melewati batas yang tidak bisa diterima,” tegas Lula, seperti dikutip dari laporan CNN Indonesia pada Jumat, 09 Januari 2026.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Menurut Lula, intervensi AS di Venezuela berpotensi mengancam status Amerika Latin sebagai zona perdamaian. Ia khawatir, tindakan tersebut akan membangkitkan kembali memori kelam intervensi politik di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Pengerahan pasukan ini diatur dalam dekrit pemerintah Brasil yang dikeluarkan pada Kamis (8/1). Pasukan FNSP akan ditempatkan di negara bagian Roraima, khususnya di kota Pacaraima dan ibu kota Boa Vista. Misi utama mereka adalah “menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat serta harta benda” di wilayah tersebut.
Wilayah perbatasan Roraima dikenal sebagai sarang aktivitas kelompok bersenjata ilegal. Catatan Mureks menunjukkan, geng-geng ini terlibat dalam penjualan narkoba dan pengoperasian tambang ilegal. Beberapa kelompok yang dilaporkan aktif termasuk First Capital Command (PCC) dan Red Command (CV), baik dari Venezuela maupun Brasil.
Serangan AS ke Venezuela terjadi pada Sabtu (3/1), di mana Washington mengebom Caracas dan menculik Presiden Nicolas Maduro. Dalih di balik operasi ini adalah pemberantasan narkoterorisme. Merespons insiden tersebut, Brasil segera menutup sementara perbatasannya dengan Venezuela di dekat Pacaraima pada Minggu (4/1).
Media Brasil melaporkan bahwa Venezuela juga telah memperkuat kehadiran militernya di sepanjang perbatasan, menambah kompleksitas situasi.
Direktur Andes untuk Washington Office on Latin America (WOLA), Gimena Sanchez, menilai pengerahan pasukan Brasil ke perbatasan adalah langkah yang tepat. Kepada Al Jazeera, Sanchez menjelaskan bahwa geng-geng kriminal di perbatasan kerap mendorong penduduk untuk mengungsi ke Brasil akibat kekerasan yang mereka lakukan. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai pengungsian massal warga Venezuela ke Brasil.






