Internasional

Grynkewich: “NATO Jauh dari Krisis Meski Trump Ancam Caplok Greenland”

Kepala pasukan NATO di Eropa, Jenderal AS Alexus Grynkewich, menegaskan bahwa aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berada jauh dari krisis. Pernyataan ini disampaikan Grynkewich di tengah ancaman berulang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland di bawah kendali AS.

Berbicara kepada wartawan selama kunjungannya ke Finlandia pada Jumat, 9 Januari 2026, Grynkewich memastikan bahwa belum ada dampak signifikan dari pernyataan Trump terhadap operasional militer NATO. “Belum ada dampak pada pekerjaan saya di tingkat militer hingga saat ini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kami siap untuk mempertahankan setiap inci wilayah aliansi hingga hari ini,” kata Grynkewich, seperti dilansir AFP. Ia menambahkan, “Jadi saya melihat kita jauh dari krisis saat ini.”

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Ancaman Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark yang kaya mineral dan berlokasi strategis, telah menjadi sorotan internasional. Pulau Arktik dengan populasi 57.000 jiwa tersebut berulang kali disebut Trump sebagai target akuisisi AS. Bahkan, Trump belum mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk merebut pulau tersebut.

Saat ditanya oleh seorang reporter mengenai kemungkinan NATO bertahan tanpa AS, Grynkewich memilih untuk tidak berkomentar. Menurut catatan Mureks, Trump telah lama menyuarakan keinginannya untuk mengakuisisi Greenland, namun ancaman tersebut semakin meningkat sejak operasi militer AS untuk menggulingkan penguasa Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu.

Sebagai respons terhadap situasi ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan akan bertemu dengan pejabat dari Denmark dan Greenland pada pekan depan. Pertemuan ini diperkirakan akan membahas implikasi dari pernyataan Trump dan masa depan hubungan antara AS, Denmark, dan Greenland.

Mureks