Nasional

Tumpukan Sampah Menggunung di Depok, Warga Sukmajaya Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terhambat

Tumpukan sampah menggunung dan meluber hingga ke badan jalan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Kondisi ini, yang telah berlangsung sejak awal tahun baru, menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas warga serta pengendara yang melintas.

Berdasarkan pantauan Mureks pada Selasa (5/1/2026), tumpukan sampah di depan TPS tersebut menutupi sebagian badan jalan, menyebabkan hanya pengendara sepeda motor yang bisa melintas. Aroma busuk yang menyengat juga tercium kuat di sekitar area yang berdekatan dengan hunian warga.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Madi, salah satu petugas sampah di wilayah tersebut, mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya. “Iya, saya jadi banyak diprotes warga karena banyak sampah yang belum terangkut di wilayah. Kalau dilihat langsung, kita buang ke sini juga sudah tidak memungkinkan,” ujarnya, menjelaskan bahwa volume sampah yang sudah menggunung sejak awal tahun membuat proses pengangkutan menjadi terhambat.

Keluhan serupa disampaikan Enyak (80), seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ia mengaku sangat terganggu dengan kondisi sampah yang meluber hingga ke jalan. “Ya sudah protes-protes. Mobil kan enggak bisa lewat. Kalau mobil pengangkut sampah enggak datang, mau pakai apa? Tadi satu atau dua kali sudah datang,” kata Enyak, merujuk pada frekuensi pengangkutan yang dirasa kurang.

Enyak juga berharap agar sampah segera diangkut untuk mengurangi dampak bau tak sedap. “Ya bau mah bau. Pengennya sih segera diangkutin. Kerasa baunya kalau lagi duduk di depan begini,” tambahnya, menggambarkan langsung dampak pencemaran udara yang dirasakannya.

Tanggapan Kelurahan dan Upaya Penanganan

Menanggapi keluhan warga, Sekretaris Kelurahan Baktijaya, Bambang Sugiharto, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. “Biasanya dari pagi sudah ada pengangkutan sampah. Mungkin kendalanya terkait armada mobil sampahnya saja,” jelas Bambang.

Mureks mencatat bahwa pihak kelurahan telah melakukan berbagai upaya, termasuk penandaan gerobak sampah khusus untuk pembuangan di wilayah tersebut. Namun, masalah penumpukan kembali terjadi karena masih banyak warga yang membuang sampah pada malam hari.

Bambang menambahkan, koordinasi telah dilakukan agar pengambilan sampah dapat dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore. “Pihak kelurahan sudah berkoordinasi agar pengambilan sampah dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, supaya tidak menimbulkan kemacetan akibat pengangkutan sampah,” pungkasnya, berharap langkah ini dapat mengatasi masalah penumpukan sampah dan kemacetan di kemudian hari.

Mureks