Nasional

Prabowo: “Saya Dituduh Mau Jadi Diktator”, Tegaskan Kesetiaan pada Rakyat dan TNI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan rakyat di tengah tudingan bahwa dirinya ingin menjadi diktator dan melakukan kudeta. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan bahwa banyak pihak yang menjadi hambatan dalam perjuangannya memajukan bangsa. Ia secara spesifik menyebut tuduhan ingin menjadi diktator dan melakukan kudeta terhadap negara.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Meski demikian, Prabowo menegaskan pendiriannya yang kuat, berpegang teguh pada sumpahnya sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia mengutip, “Tetapi saya sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari Tentara Nasional Indonesia, TNI adalah tentara rakyat. TNI lahir dari rakyat.

Menurut Prabowo, sebagai seorang anggota TNI, ia harus senantiasa berpihak kepada rakyat. Ia mengingatkan jasa besar rakyat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama saat negara belum memiliki struktur keuangan yang mapan.

Mureks mencatat bahwa Prabowo menekankan peran vital rakyat dalam membiayai perjuangan kemerdekaan. “Waktu kita berjuang, kita diberi makan oleh rakyat Indonesia. Waktu kita menyatakan kemerdekaan, waktu kita menyatakan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 tidak ada anggaran, belum ada kementerian keuangan, belum ada pajak, belum ada bea cukai, siapa yang biayai pejuang-pejuang, siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat Indonesia,” ujarnya.

Mureks