Nasional

Dari Gang Sempit Penjaringan, Komunitas Indosalto Tumbuhkan Mimpi Akrobatik Anak-anak Jakarta Utara

Sebuah pemandangan tak biasa tersaji di salah satu gang sempit kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu (8/1/2026). Di tengah keterbatasan ruang, puluhan anak-anak dengan lincah melatih gerakan akrobatik seperti salto dan tendangan, mengubah lorong padat itu menjadi arena latihan dadakan yang penuh semangat.

Indosalto: Berawal dari Pandemi, Lahirkan Talenta di Keterbatasan

Aktivitas ini merupakan bagian dari latihan komunitas Indosalto, yang didirikan oleh Yoga Ardian. Tanpa matras profesional atau fasilitas mewah, Yoga membimbing anak-anak dengan peralatan seadanya. Komunitas ini lahir di masa pandemi COVID-19, ketika Yoga, seorang pelatih akrobatik, harus menghentikan sementara aktivitas mengajarnya.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Yoga tetap berlatih sendiri di rumah, sebuah kebiasaan yang kemudian menarik perhatian anak-anak di sekitar lingkungannya. Rasa penasaran mendorong mereka untuk ikut mencoba. Dari hanya satu atau dua anak, jumlah peserta terus bertambah secara alami, membentuk sebuah komunitas kecil yang kini menjadi wadah bagi mereka untuk menyalurkan energi dan bakat.

Latihan Bertahap, Tumbuhkan Percaya Diri

Dengan ruang yang terbatas, Yoga merancang program latihan yang aman dan bertahap, memastikan setiap gerakan dilakukan dengan benar dan minim risiko. Dalam waktu singkat, anak-anak yang awalnya hanya menonton kini mampu melakukan berbagai gerakan akrobatik yang kompleks. Latihan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat pada setiap pesertanya.

Yoga Ardian menegaskan bahwa ia tidak menargetkan anak-anak didiknya untuk menjadi atlet profesional. Baginya, Indosalto lebih dari sekadar tempat latihan fisik; ini adalah upaya untuk membuka kemungkinan dan peluang baru bagi anak-anak melalui keterampilan yang mereka peroleh. Mureks mencatat bahwa semangat dan kreativitas seperti ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang tidak pernah membatasi mimpi dan potensi, bahkan di tengah hiruk pikuk ibu kota.

Mureks