Berita

Polisi Ungkap Kondisi Terkini Pengemudi Mazda CX-5 yang Tertemper Kereta Api Usai Tabrak Lari di Jakarta Barat

Polisi mengungkap kondisi terkini pengemudi mobil Mazda CX-5, JC, yang terlibat insiden tabrak lari dan tertemper kereta api di Jakarta Barat. JC saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan belum dapat dimintai keterangan.

Kondisi Pengemudi dan Pengeroyokan Warga

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan kepada Mureks, “JC saat ini masih dalam perawatan di RS, maka belum bisa dilakukan pemeriksaan.” Ia menambahkan bahwa JC dirawat bukan hanya karena kecelakaan, tetapi juga akibat pengeroyokan warga yang geram setelah insiden tabrak lari. “Iya (dirawat akibat dikeroyok warga),” tutur Ojo.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Fakta Baru: Ada Sopir Pertama yang Buron

Polisi juga mengungkapkan fakta krusial bahwa JC bukanlah pengemudi awal yang melakukan tabrak lari maut. Sopir pertama yang mengemudikan Mazda CX-5 saat menabrak sejumlah motor dan pejalan kaki di Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, kini masih dalam pengejaran. “Penabrak orang di Tanah Sereal bukan JC, tapi rekannya JC,” kata AKBP Ojo Ruslani pada Jumat (2/1).

Menurut Ojo, informasi ini diperoleh setelah pihak kepolisian menginterogasi saksi-saksi yang berada di dalam mobil Mazda tersebut. “Saya barusan interogasi saksi yang ada dalam mobil Mazda yang saat ini masih diamankan di Unit Laka Jakarta Utara,” imbuhnya.

Kronologi Insiden: Dari Tabrak Lari hingga Tertemper Kereta

Setelah insiden tabrak lari yang menewaskan dua orang, pengemudi pertama dan JC bertukar posisi kemudi. Saat itulah pengemudi pertama melarikan diri. “Sedang kita cari, karena lari saat bergantian mengemudi antara temannya JC dengan JC,” jelas Ojo. Pergantian kemudi ini terjadi karena JC merasa “kurang yakin” dengan temannya setelah kejadian tabrak lari tersebut.

Setelah JC mengambil alih kemudi, mobil Mazda CX-5 dikejar oleh massa. Dalam kondisi panik, JC menerobos palang pintu perlintasan kereta api di Gunung Sahari yang sudah tertutup dan berbunyi tanda kereta melintas. Akibatnya, mobil tersebut tertemper lokomotif. “Karena panik, JC saat melintas rel KA di Gunung Sahari menabrak lokomotif yang sedang melintas, padahal palang pintu KA sudah tertutup dan sudah terdengar tanda bunyi KA,” papar Ojo.

Korban Jiwa dalam Tabrak Lari Maut

Insiden tabrak lari awal terjadi di Jalan Tanah Sereal IV, dekat minimarket di wilayah Tambora, Jakarta Barat, pada dini hari pukul 02.20 WIB. Kecelakaan ini merenggut nyawa dua orang, yakni pengendara motor Honda PCX bernama Satrio (16) dan pemboncengnya, Valentino (19). Keduanya mengalami luka serius pada kepala, kaki, dan tangan.

Tim redaksi Mureks mencatat bahwa artikel ini sekaligus merevisi informasi sebelumnya yang sempat menyebut JC sebagai pengemudi yang melakukan tabrak lari.

Mureks