Berita

Polisi Selidiki Kematian Misterius Sekeluarga di Jakut, Tetangga: Baru 5 Bulan Ngontrak

Tiga orang satu keluarga ditemukan tewas di dalam sebuah rumah kontrakan di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penemuan jasad ibu dan dua anaknya ini menggegerkan warga sekitar pada Jumat (2/1/2026). Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian mereka, sementara tetangga mengungkap keluarga tersebut baru sekitar lima bulan mengontrak di lokasi kejadian.

Jasad ketiga korban pertama kali ditemukan oleh salah satu anak korban yang baru pulang kerja. “Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa… ya tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Melihat kondisi keluarganya, anak tersebut segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. “Yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” tambah AKBP Onkoseno.

Aryuni Wulan Febri (51), tetangga korban, mengaku ikut melihat langsung kondisi di dalam rumah saat jasad ditemukan. Ia menuturkan, keluarga tersebut baru sekitar lima bulan mengontrak di rumah tersebut. “Baru 5 bulan,” ungkap Wulan saat ditemui di kediamannya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026).

Wulan sempat melihat mulut ibu korban sudah berbusa, namun ia tidak fokus pada detail kondisi tubuh lainnya. “Saya nggak fokus ke situ. Karena fokus saya, karena kan aduannya ibunya keracunan. Jadi saya lihat kondisi ibunya aja. Nggak tahunya sudah berbusa, jadi saya nggak berani gitu. Nggak berani pegang atau masih hidup apa nggak, saya nggak berani kan. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu biar tau kan,” jelasnya.

Jenazah ketiga korban telah dimakamkan pada Sabtu (3/1/2026) di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Proses autopsi telah rampung dilakukan oleh tim medis.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru, mengonfirmasi bahwa jenazah telah diautopsi dan diserahkan kepada pihak keluarga. “Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan keluarganya,” kata Brigjen dr Prima Heru saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1/2026).

Mureks mencatat bahwa pihak kepolisian dan RS Polri masih menunggu hasil tes toksikologi untuk memastikan penyebab kematian, apakah benar karena racun atau faktor lain. “Untuk hasil (penyebab indikasi racun) nunggu hasil toksikologi,” terang Prima.

Mureks