Atap peron Jalur VIII di Stasiun Bogor, Kota Bogor, dilaporkan terbakar pada Minggu (4/1/2026) siang. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi kabel.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan kronologi kejadian. “Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di atap kanopi Jalur VIII Stasiun Bogor. Berdasarkan laporan dari PPKA Bogor, terpantau adanya percikan api yang berasal dari kabel instalasi listrik,” kata Franoto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1/2026).
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Percikan api pertama kali terlihat pada pukul 12.33 WIB. Menanggapi situasi tersebut, pihak KAI segera mengambil langkah penanganan cepat untuk mencegah api membesar dan meluas. Menurut Mureks, koordinasi intensif langsung dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk PLN.
“Pada pukul 12.33 WIB, koordinasi langsung dilakukan dengan pihak terkait, termasuk PLN, untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Pada pukul 12.57 WIB, percikan api dinyatakan telah padam dan kondisi dinyatakan aman,” ujar Franoto.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, peron Jalur VIII sempat disterilkan dari aktivitas penumpang. Kereta Api 1014 yang saat itu berada di peron juga segera dipindahkan untuk menghindari potensi dampak dari percikan api.
“Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Kereta Api 1014 yang berada di Jalur VIII dilakukan langsir menjauh dari area percikan. Selain itu, area Jalur VIII Stasiun Bogor langsung disterilkan dari penumpang guna mencegah potensi risiko,” terang Franoto.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa kebakaran ini. KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan. Franoto juga mengimbau seluruh pengguna jasa kereta api untuk tetap tenang dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.






