Polres Metro Jakarta Utara terus mendalami kasus kematian tiga orang yang merupakan satu keluarga di sebuah rumah kontrakan di Warakas, Jakarta Utara. Hingga Minggu (4/1/2026), aparat kepolisian telah memeriksa sepuluh orang saksi untuk mengungkap penyebab insiden tragis ini.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengonfirmasi perkembangan penyelidikan tersebut. “Saat ini ada 10 saksi yang diperiksa,” ujar Kompol Onkoseno saat dihubungi Mureks pada Minggu (4/1/2026).
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Meski demikian, Kompol Onkoseno belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematian para korban. Pihaknya masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh tim medis. “Masih menunggu hasil autopsi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri, Brigjen dr. Prima Heru, mengungkapkan bahwa ketiga jenazah telah selesai diautopsi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Namun, untuk mengetahui penyebab kematian secara spesifik, masih diperlukan hasil pemeriksaan uji toksisitas. “Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan kepada keluarganya. Untuk hasilnya masih menunggu pemeriksaan toksikologi,” terang Brigjen Prima Heru.
Tiga korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Siti Solihah (50) yang merupakan ibu, Afiah Al Adilah Jamaludin (28) sebagai anak pertama, dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14) sebagai anak bungsu. Mereka ditemukan di rumah kontrakan tersebut dengan kondisi mulut berbusa serta terdapat ruam merah di sejumlah bagian tubuh.
Adapun satu korban lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), anak ketiga dari keluarga tersebut, ditemukan dalam kondisi kritis di lokasi yang sama. Ia kini tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.






