Tiga anggota keluarga ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Warakas, Jakarta Utara, memicu penyelidikan mendalam oleh kepolisian. Peristiwa tragis yang menimpa Siti Solihah beserta dua anaknya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin, terjadi pada Jumat (2/1/2026). Sementara itu, seorang anak lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), ditemukan dalam kondisi linglung dan kini menjadi korban selamat.
Sebelum insiden memilukan tersebut terungkap, salah seorang tetangga korban, Bagas, mengaku sempat berinteraksi dengan Afiah Al Adilah Jamaludin pada malam sebelumnya. Pertemuan singkat itu terjadi pada Kamis (1/1/2026) malam, beberapa jam sebelum kematian keluarga tersebut diketahui.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
“Iya tanggal 1 malam-malam tuh. Kebetulan aku kan habis nganterin tukang ngurut,” kata Bagas saat ditemui di Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026). Ia menambahkan, pertemuannya dengan Afiah terjadi secara tidak sengaja di jalan sekitar rumah. “Terus ketemu enggak sengaja di jalan, aku panggil kak. Udah sampai situ doang sih,” ujarnya.
Bagas menegaskan, tidak ada gelagat mencurigakan yang ia tangkap dari Afiah selama interaksi tersebut. “Jadi aku pikir ya nggak ada apa-apa, enggak ada masalah gitu. Karena emang kita selama bertetangga juga nggak ada apa pun gitu,” jelasnya, memperkirakan pertemuan itu terjadi sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.
Kisah lain datang dari tetangga bernama Aryuni Wulan Febri (51). Menurut Aryuni, Afiah dan Abdullah Syauqi Jamaludin sehari-hari dikenal sebagai penjual es teh. “Sauqi itu yang nomor tiga kan sama mbaknya yang meninggal, nomor satu itu kan berjualan es ya. Jadi kita kalau ketemu ya paling sekedar say hello aja,” tutur Aryuni.
Aryuni juga menceritakan kondisi Abdullah Syauqi Jamaludin saat pertama kali ditemukan oleh tetangga lain pasca-kejadian. Syauqi, yang kini menjadi korban selamat, sempat terlihat sadar namun dengan tatapan kosong dan kebingungan. “Sadar, kan saya tanya, ini kenapa ibu, nggak tahu gitu,” ujar Aryuni, menggambarkan respons Syauqi. Ia menambahkan, “Kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu lah.”
Mureks mencatat bahwa Syauqi kemudian pingsan saat petugas medis tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. “Nah, pas medis datang itu baru diangkat keluar dah pingsan atau apa ga ngerti saya,” kata Aryuni.
Ketiga anggota keluarga yang meninggal dunia, yakni Siti Solihah, Afiah Al Adilah Jamaludin, dan Adnan Al Abrar Jamaludin, telah dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, pada Sabtu (3/1/2026). Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kematian sekeluarga tersebut.
Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk memastikan ada tidaknya unsur racun yang terlibat dalam peristiwa tragis ini. Proses penyelidikan terus berjalan demi mengungkap fakta di balik kematian misterius satu keluarga di Warakas.






