Berita

Pemerintah Mulai Bangun 104 Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ini, Target 200 Titik hingga 2027

Pemerintah Indonesia secara agresif mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian integral dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan utama memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang merata.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan bahwa sebanyak 104 titik Sekolah Rakyat dengan gedung permanen mulai dibangun pada tahun 2026 ini. Targetnya, jumlah tersebut akan bertambah hingga 200 titik pada tahun 2027.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

“Sekarang lagi berproses sesuai arahan Presiden, dan ini yang mengerjakan Kementerian PU, sudah ada 104 titik Sekolah Rakyat yang gedung permanennya mulai dibangun tahun ini. Tahun 2026 ini pula ditambah 100 lagi, kira-kira sampai 2027 kalau lancar ada 200 titik (Sekolah Rakyat),” ujar Gus Ipul usai menghadiri acara Doa Bersama Mengawali Tahun 2026 di Gedung Aneka Bakti, Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Setiap Sekolah Rakyat yang akan dibangun dengan gedung permanen dirancang untuk memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa. Namun, pada tahap awal operasional, masing-masing sekolah akan menerima sekitar 300 siswa per tahun, yang terbagi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Jadi kapasitasnya kalau gedung permanen itu sementara alokasinya kira-kira per sekolah bisa menerima siswa sekitar 300 siswa. (Kapasitasnya) SD 100 siswa, SMP 100 siswa dan SMA 100 siswa,” jelas Gus Ipul.

Catatan Mureks menunjukkan, dengan 100 titik baru yang mulai beroperasi, pemerintah menargetkan penerimaan sekitar 30.000 siswa Sekolah Rakyat pada 2026. Jumlah ini akan digabungkan dengan sekitar 15.000 siswa yang telah mengikuti pembelajaran sebelumnya, sehingga total siswa Sekolah Rakyat tahun ini diperkirakan mencapai 45.000 orang. Untuk tahun 2027, kapasitas penerimaan ditargetkan bertambah sekitar 60.000 siswa.

Gus Ipul menambahkan, proses pembangunan gedung permanen dilakukan secara simultan dengan penerimaan peserta didik. “Sambil simultan, ini gedung dibangun sambil proses seleksi dimulai. Untuk Tahun Ajaran 2026-2027,” katanya.

Mengenai sebaran lokasi, Gus Ipul menyebut pembangunan Sekolah Rakyat hampir mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Prioritas diberikan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), seperti Maluku Utara dan Maluku. Beberapa daerah kepulauan, termasuk Anambas, juga tengah dalam proses perencanaan pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul membenarkan rencana peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). “Insya Allah, mohon doanya aja,” tutup Gus Ipul.

Mureks