Nasional

Ibu dan Anak Balita Tewas Gantung Diri di Kebumen, Diduga Depresi Akibat Masalah Ekonomi dan Ditinggal Suami

Seorang ibu berinisial AA (44) dan anak balitanya, AT (5), ditemukan tewas gantung diri di kediaman mereka di Buayan, Kebumen, Jawa Tengah, pada Selasa, 6 Januari 2026 malam. Tragisnya, satu anak korban lainnya yang berusia 7 tahun berhasil selamat setelah sempat diminta untuk ikut dalam aksi tersebut.

Jasad keduanya ditemukan tergantung di kusen pintu rumah. Peristiwa memilukan ini terungkap setelah anak sulung korban, yang masih duduk di bangku kelas 2 SD, melapor kepada salah satu kerabatnya. Bocah tersebut, yang juga nyaris menjadi korban, berhasil lolos dari upaya bunuh diri yang direncanakan oleh ibunya.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Kronologi Penemuan Jasad

Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani, menjelaskan bahwa laporan mengenai kejadian ini diterima pada Jumat, 9 Januari 2026. “Kejadiannya Selasa 6 Januari sekitar pukul 22.00 WIB, setelah mendapat laporan kami langsung melakukan pengecekan,” ujar Saebani.

Menurut Saebani, anak sulung korban menjadi saksi kunci sekaligus pelapor. “Anaknya itu dua, yang kelas 2 SD itu selamat, lolos. Karena terbukti ada lingkaran tali yang sudah siap,” tambahnya. Keberanian bocah tersebut melaporkan kejadian ini kepada pamannya menjadi alasan jasad ibu dan adiknya dapat ditemukan lebih cepat.

Saebani menirukan percakapan antara anak korban dan pamannya: “aku ke rumah paman tapi sudah gelap, akhirnya ketemu di jalan. Adek diiket sama mamak,” katanya, menjelaskan bahwa sang anak belum sepenuhnya memahami istilah ‘gantung diri’.

Dugaan Motif Depresi dan Masalah Ekonomi

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif di balik tragedi ini diduga kuat adalah depresi yang dialami korban akibat masalah ekonomi dan keretakan dalam rumah tangga. “Sementara [penyebabnya] murni bunuh diri karena ekonomi. Korban ditinggal suaminya sekitar 2 tahun, kami cek di HP-nya, [pesan korban kepada suami] tidak pernah dibalas,” ungkap Iptu Walali Saebani.

Catatan Mureks menunjukkan, korban telah ditinggal suaminya selama kurang lebih dua tahun. Kondisi ini, ditambah dengan kesulitan ekonomi, diduga memicu tekanan mental yang berat hingga berujung pada keputusan tragis tersebut.

Mureks