Nasional

Menlu Iran Abbas Araghchi: AS dan Israel Berupaya Ubah Protes Damai Jadi Kerusuhan

Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah kota di negara itu. Tuduhan ini disampaikan di tengah meluasnya aksi protes yang dipicu oleh memburuknya krisis ekonomi, yang juga direspons dengan pemadaman akses internet secara nasional.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis (8/1) menyatakan bahwa pemerintah tengah berinteraksi dengan berbagai kelompok sosial untuk mengatasi persoalan yang muncul akibat aksi protes. Menurut pantauan Mureks, Araghchi secara tegas menuding Washington dan Tel Aviv berupaya mengintervensi situasi.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Tuduhan Campur Tangan Asing

Dalam pernyataannya, Araghchi menyebut, “pemerintah tengah berinteraksi dengan berbagai kelompok sosial untuk mengatasi berbagai persoalan seiring berlanjutnya aksi protes yang dipicu oleh meningkatnya kesulitan ekonomi.” Ia melanjutkan, “Abbas juga menuduh Amerika Serikat dan Israel ikut campur dalam kerusuhan dan berupaya mengubah aksi protes damai menjadi kerusuhan.”

Aksi protes di Iran sendiri telah dimulai sejak bulan lalu, tepatnya pada Desember 2025. Demonstrasi ini awalnya merupakan respons terhadap kondisi ekonomi yang kian memburuk, namun kemudian berkembang menjadi kerusuhan yang melibatkan pembakaran dan perusakan gedung di berbagai perkotaan.

Sebagai langkah responsif, pemerintah Iran dilaporkan mematikan akses internet di seluruh wilayah pada Kamis (8/1). Langkah ini, dilansir dari Al Arabiya, diambil di tengah upaya pemerintah untuk mengendalikan situasi dan meredam eskalasi kerusuhan.

Pemerintah Iran berulang kali menegaskan bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap mengganggu stabilitas nasional, terutama jika ada indikasi campur tangan asing dalam urusan domestik mereka.

Mureks