Berita

Balita Terjatuh dari Lantai Dua, Tiga Anak di Jatinegara Ditemukan Terkunci dan Ditelantarkan

Jakarta – Seorang balita berusia tiga tahun mengalami luka-luka setelah terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di kawasan Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Peristiwa tragis ini terungkap pada Rabu, 07 Januari 2026, setelah warga sekitar melaporkan keberadaan tiga anak yang diduga ditinggalkan orang tuanya dalam kondisi terkunci dari luar.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, membenarkan kejadian tersebut setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). “Berdasarkan keterangan warga sekitar, ibu dari anak-anak tersebut sedang bekerja dan kedua orang tua tidak berada di rumah saat kejadian. Warga juga menyebutkan, sebelum peristiwa itu terjadi, sempat terdengar cekcok antara orang tua korban,” ujar Kompol Sri Yatmini, dilansir Antara.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (6/1) sekitar pukul 16.00 WIB ini sempat viral di media sosial, memicu perhatian publik dan keprihatinan. Anak yang terjatuh berinisial AC (3), merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Dua anak lainnya masing-masing PI (8) dan GKI (2). Ketiganya sempat dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk penanganan lebih lanjut, termasuk asesmen bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPPA.

Meski demikian, orang tua ketiga anak tersebut menyatakan keberatan jika anak-anak mereka ditempatkan di rumah aman pascakejadian. “Pernyataan keberatan tersebut dituangkan secara tertulis dan bermaterai, disaksikan Ketua RT serta warga setempat. Polisi pun meminta orang tua agar mengasuh dan menjaga anak-anak dengan lebih baik ke depannya,” tambah Kompol Sri.

Kronologi Penemuan dan Kondisi Anak-anak

Informasi awal mengenai insiden ini diterima polisi dari unggahan di media sosial Facebook yang memperlihatkan seorang anak kecil terjatuh dari lantai dua rumah. Penelusuran kemudian mengarahkan petugas ke sebuah rumah di wilayah Rawa Bunga, Jatinegara. Akses menuju lokasi yang relatif sempit membuat polisi harus dibantu oleh tokoh masyarakat, RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta aparat kelurahan.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati rumah dalam keadaan terkunci dari luar dengan tiga anak di dalamnya. “Rumah itu dikunci dari luar oleh ibunya. Saat kami ketuk, tidak ada yang bisa membuka sehingga akhirnya dibantu warga untuk dibuka paksa. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Kompol Sri Yatmini.

Setelah pintu berhasil dibuka, petugas menemukan salah satu anak sudah dalam kondisi terluka akibat terjatuh dari lantai dua. Anak tertua, PI (8), hari itu tidak diperbolehkan sekolah karena diminta menjaga kedua adiknya, termasuk GKI (2) yang sedang sakit. Di dalam rumah, Mureks mencatat bahwa kondisi lingkungan tidak aman bagi anak-anak karena terdapat colokan listrik, kompor, dan peralatan rumah tangga lain tanpa pengawasan orang dewasa.

Beberapa waktu sebelumnya, warga menyebut sang ibu sempat terlibat pertengkaran dengan teman dekatnya yang tinggal satu rumah. “Sebelum kejadian tersebut ibu korban berantem dengan teman dekatnya yang sudah satu rumah sehingga anak ini melihat, mengetahui, yang akhirnya entah apa yang terjadi anak korban ini mengambil satu buah kursi kecil kayu berwarna biru, naik ke balkon dan lompat dari balkon lantai dua,” ungkap Kompol Sri.

Yang lebih memprihatinkan, ketiga anak tersebut diduga kerap ditinggalkan sendirian di rumah dan terkunci dari luar. Para tetangga mengaku sering mendengar anak-anak itu berteriak meminta makan. “Anak-anak ini sering dikasih makan tetangga lewat balkon dengan cara dilempar, karena mereka terkunci dari luar. Saat kami temukan pun, mereka dalam kondisi lapar,” kata Kompol Sri.

Tindakan Kepolisian dan Imbauan

Saat ini, ketiga anak tersebut telah berada dalam perlindungan Unit PPA dan menjalani asesmen bersama UPT PPA untuk memastikan pemulihan fisik dan psikologis mereka. Kompol Sri mengapresiasi kepedulian warga sekitar yang telah melaporkan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan kasus serupa.

“Jika orang tua merasa tidak mampu mengasuh anak, negara hadir. Kami memiliki rumah aman. Silakan diserahkan secara tertulis. Jangan sampai anak-anak ditinggalkan tanpa pengawasan,” tegas Kompol Sri. Masyarakat juga diminta segera melapor melalui layanan darurat 110 bila mengetahui dugaan penelantaran anak. Kasus ini kini masih dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur, termasuk pendalaman terhadap orang tua para korban.

“Berikan informasi lengkap dan benar agar kami bisa segera menjangkau lokasi,” pungkasnya.

Mureks