Berita

Pendaki Syafiq Hilang di Gunung Slamet, Keluarga Beberkan Komunikasi Terakhir Sebelum Mendaki

Syafiq Ridhan Ali Razan (18), seorang pendaki asal Kota Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan hilang di Gunung Slamet sejak Minggu, 28 Desember 2025. Sebelum komunikasi terputus, Syafiq sempat memberikan kabar terakhir kepada keluarganya, memicu kekhawatiran setelah ia tak kunjung kembali dari pendakian.

Kakak korban, Naufal Hisyam (24), menceritakan adiknya berangkat mendaki bersama temannya, Himawan Choidar Bahran. Keduanya merupakan teman akrab sejak SMPN 5 Kota Magelang hingga kini di SMAN 5 Kota Magelang.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Naufal mengungkapkan, Syafiq awalnya berpamitan untuk mendaki Gunung Sumbing pada 27 Desember 2025. Namun, keluarga terkejut saat Syafiq kemudian mengirimkan foto dari basecamp Gunung Slamet.

“Waktu itu (tanggal 27 Desember) bilangnya mau pergi ke Gunung Sumbing, awalnya. Terus, ternyata tiba-tiba di Slamet, ngefotoin (kirim foto ke orangtua) ada di basecamp Slamet itu,” kata Naufal saat ditemui tim redaksi Mureks di kediamannya di Perum Depkes Blok D2/16, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jumat (2/1/2026).

Ibunda Syafiq sempat terkejut dengan perubahan rencana ini. Namun, ia akhirnya mengizinkan setelah Syafiq sudah terlanjur tiba di lokasi.

“Kan terus ibu saya kan sebenarnya agak kaget kok bisa-bisanya sampai di Slamet. Terus yaudah ibu saya ‘iyain aja karena udah terlanjur sampai di sana’. Terus ditanya sama ibu saya naik ke atas jam berapa, katanya jam 11 malam (23.00 WIB). Terus ramai nggak? Katanya ramai, bareng-bareng, ada yang lainnya,” lanjut Naufal, mengutip percakapan ibunya dengan Syafiq.

Syafiq, putra ketiga pasangan Dhani Rusman dan Utari Januari yang merupakan PNS Pemkot Magelang, saat ini tercatat sebagai siswa kelas 12 jurusan IPS di SMAN 5 Kota Magelang.

Pendakian yang dilakukan Syafiq adalah jenis “tektok” atau satu hari tanpa menginap. Ia dijadwalkan kembali pada Minggu sore, 28 Desember 2025.

“Terus ditanya pulangnya kapan? Katanya Minggu sore. Itu kan berangkatnya hari Sabtu tanggal 27, harusnya kan pulangnya tanggal 28 gitu. Soalnya adik saya posisinya tektok bukan ngecamp. Terus ditungguin sampai Minggu kok gak ada kabar,” imbuh Naufal, menjelaskan kronologi hilangnya adiknya.

Hingga Sabtu (3/1/2026), pihak keluarga telah berulang kali mencoba menghubungi Syafiq melalui pesan WhatsApp, namun belum ada respons. Tim gabungan dari berbagai unsur masih terus berupaya melakukan pencarian Syafiq di area Gunung Slamet.

Mureks