Sana’a – Koalisi pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan terhadap pasukan separatis Yaman yang didukung Uni Emirat Arab (UEA). Insiden ini menyebabkan jumlah korban tewas dari pihak separatis bertambah menjadi 20 orang.
Menurut laporan AFP pada Sabtu (3/1/2026), sebanyak 20 pasukan separatis Yaman tewas dalam serangan yang menargetkan pangkalan militer di Al-Khasha dan Seiyun. Seorang pejabat pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi jumlah korban tersebut. Sumber medis juga membenarkan angka kematian tersebut.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Sebelumnya, pada Rabu (31/12/2025), koalisi pimpinan Arab Saudi telah membombardir kota pelabuhan Mukalla di Yaman. Serangan ini dilakukan setelah dua kapal yang diduga membawa muatan senjata tiba dari Pelabuhan Fujairah, UEA. Kepala STC di Wadi Hadramaut dan Gurun Hadramaut, Mohammed Abdulmalik, kala itu mengatakan tujuh serangan udara menghantam Yaman, dengan target utama sebuah kamp di Al-Khasah.
Alasan Serangan dan Dukungan untuk STC
Pihak Saudi menyatakan bahwa serangan mereka menargetkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur yang diturunkan dari kapal-kapal tersebut. Juru bicara Pasukan Koalisi pimpinan Saudi, Brigjen Turki al-Maliki, menjelaskan bahwa awak kedua kapal itu kedapatan menonaktifkan sistem pelacakan dan menurunkan muatan senjata serta kendaraan tempur di pelabuhan Mukalla.
Persenjataan dan kendaraan tempur tersebut diduga kuat dikirim untuk mendukung para petempur dari kelompok separatis, Dewan Transisi Selatan (STC). Kelompok ini beroperasi di area Hadramaut dan al-Mahrah di Yaman, wilayah yang telah lama dilanda konflik berkepanjangan.
Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan, “Awak kedua kapal itu menonaktifkan sistem pelacakan mereka dan menurunkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur untuk mendukung pasukan Dewan Transisi Selatan (STC).”
SPA menambahkan, “Mengingat bahaya dan eskalasi yang ditimbulkan oleh senjata-senjata ini… Angkatan Udara koalisi melancarkan operasi militer terbatas pagi ini yang menargetkan persenjataan dan kendaraan tempur yang telah diturunkan dari kedua kapal di pelabuhan al-Mukalla.”
Eskalasi Konflik dan Peringatan Saudi
Dalam beberapa pekan terakhir, STC yang didukung UEA berupaya menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang sebelumnya merdeka. Mereka juga berhasil menyapu sebagian besar wilayah negara tersebut, mengusir pasukan pemerintah dan sekutu-sekutunya. Mureks mencatat bahwa pergerakan STC ini telah memperkeruh situasi keamanan di Yaman.
Pasukan koalisi pimpinan Saudi telah memperingatkan bahwa pihaknya akan mendukung pemerintah Yaman dalam konfrontasi militer apa pun dengan pasukan separatis. Saudi juga mendesak STC untuk mundur ‘secara damai’ dari provinsi-provinsi yang baru saja mereka rebut.






