Internasional

Iran Umumkan Perang Skala Penuh Lawan AS Cs, Trump: “Kami Akan Hancurkan Mereka Habis-habisan”

Teheran, Mureks — Iran secara tegas menyatakan telah berada dalam kondisi perang skala penuh melawan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang menilai situasi saat ini jauh lebih kompleks dan parah dibandingkan konflik Iran-Irak pada dekade 1980-an.

Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di situs resmi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhir pekan lalu, Pezeshkian menegaskan pandangannya. “Kami berada dalam perang skala penuh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa; mereka tidak ingin negara kami tetap stabil,” kata Pezeshkian, sebagaimana dikutip pada Kamis (1/1/2026).

Pantau terus artikel terbaru dan terupdate hanya di mureks.co.id!

Menurut Pezeshkian, tekanan dan konflik yang dihadapi Iran saat ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga melibatkan dimensi politik, ekonomi, dan keamanan yang saling terkait. Ia menggambarkan perang yang dilancarkan Barat terhadap Iran sebagai “lebih rumit dan lebih sulit” dibandingkan perang delapan tahun dengan Irak, yang kala itu menewaskan lebih dari satu juta orang dari kedua belah pihak. Mureks mencatat bahwa perbandingan ini menegaskan betapa seriusnya ancaman yang dirasakan Teheran dalam konstelasi geopolitik terkini.

Eskalasi Militer dan Korban Jiwa

Pernyataan Presiden Iran tersebut muncul di tengah eskalasi militer terbaru antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat. Pada Juni lalu, serangan udara gabungan Israel dan AS terhadap Iran berlangsung selama 12 hari, mengakibatkan kematian hampir 1.100 warga Iran. Korban tewas termasuk komandan militer senior serta ilmuwan nuklir, yang oleh Teheran disebut sebagai pukulan besar terhadap keamanan nasional negara itu.

Sebagai respons, Iran meluncurkan rentetan serangan rudal ke wilayah Israel. Serangan balasan tersebut menewaskan 28 orang di Israel, menandai tingkat eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konfrontasi langsung antara kedua negara.

Ancaman Balasan dari Donald Trump

Di sisi lain, mantan Presiden AS Donald Trump juga melontarkan ancaman serangan militer baru terhadap Iran. Pernyataan keras Trump ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

Dalam pertemuan tersebut, Trump memberikan dukungan penuh terhadap narasi keamanan Israel dan menyatakan kesiapannya untuk menggempur fasilitas nuklir serta kemampuan rudal Iran. Trump menekankan bahwa ia tidak akan membiarkan Teheran membangun kembali kekuatannya pasca-konflik berdarah 12 hari pada Juni lalu.

Secara eksplisit, Trump kini menyebut fasilitas rudal sebagai target potensial, sebuah ambisi yang selama ini didorong oleh Israel namun jarang dinyatakan secara terbuka oleh AS yang sebelumnya lebih fokus pada isu nuklir. “Sekarang saya mendengar Iran mencoba membangun kekuatannya kembali, dan jika mereka melakukannya, kita harus menjatuhkan mereka. Kami akan menghancurkan mereka habis-habisan,” ujar Trump di hadapan wartawan.

Mureks