Internasional

Tragedi Tahun Baru di Swiss: Kebakaran Resor Ski Mewah Tewaskan 40 Orang, 115 Luka-luka

Kebakaran dahsyat melanda bar Le Constellation di resor ski mewah Crans Montana, Swiss, pada Kamis (1/1) dini hari waktu setempat. Insiden memilukan ini terjadi saat para pengunjung merayakan malam Tahun Baru, menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Mureks mencatat bahwa peristiwa ini menjadi sorotan internasional mengingat lokasi kejadian merupakan resor ski terkenal.

Malam Tahun Baru Berujung Tragedi di Crans Montana

Api mulai berkobar sekitar pukul 01.30 waktu Swiss (00:30 GMT) di bar ‘Le Constellation’. Juru bicara polisi Gaetan Lathion, pada Kamis (1/1), menjelaskan bahwa kebakaran terjadi saat perayaan Tahun Baru sedang berlangsung. “Kebakaran dimulai sekitar pukul 01.30 pagi [00:30 GMT] tadi di sebuah bar bernama ‘Le Constellation’, saat para pengunjung merayakan tahun baru,” kata Lathion, dilansir Al-Jazeera.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Lathion menambahkan, “Lebih dari seratus orang berada di gedung itu, dan kami melihat banyak yang terluka dan banyak yang tewas.” Gambar-gambar yang beredar di media Swiss menunjukkan kobaran api melahap bangunan tersebut, dengan layanan darurat bergegas ke lokasi. Area sekitar telah ditutup sepenuhnya, dan zona larangan terbang diberlakukan di atas Crans-Montana.

Penyebab Kebakaran Masih dalam Penyelidikan

Meskipun laporan awal media sempat menyebutkan adanya ledakan, pihak kepolisian membantah dan menyatakan penyebab kebakaran masih belum diketahui. “Kami baru memulai penyelidikan kami, tetapi ini adalah resor ski terkenal internasional dengan banyak turis,” ujar Gaetan Lathion.

Untuk membantu keluarga korban, “Pusat penerimaan dan saluran bantuan telah didirikan untuk keluarga yang terdampak,” tambah Lathion. Crans Montana sendiri terletak di jantung Pegunungan Alpen Swiss, sekitar 40 kilometer (25 mil) di utara Matterhorn, menjadikannya destinasi populer bagi wisatawan internasional.

40 Orang Tewas, 115 Luka Serius dalam Insiden Memilukan

Komandan Polisi setempat, Frederic Gisler, mengonfirmasi bahwa tragedi ini menelan korban jiwa yang signifikan. “Kami menghitung sekitar 40 orang telah meninggal dan sekitar 115 orang terluka, sebagian besar dari mereka mengalami luka serius,” kata Gisler, dilansir kantor berita AFP pada Jumat (2/1).

Presiden Swiss: Salah Satu Tragedi Terburuk Negara

Presiden Swiss, Guy Parmelin, turut menyampaikan duka mendalam atas insiden ini. Ia menggambarkan kebakaran tersebut sebagai “Salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami oleh negara kita.” Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya dampak kebakaran terhadap Swiss.

Kesaksian Dramatis Para Penyintas dari Kobaran Api

Beberapa pengunjung yang berhasil selamat menceritakan momen mengerikan saat mereka berjuang menyelamatkan diri. Axel dan Nathan, yang berhasil selamat, mengaku kesulitan bernapas karena kepulan asap hitam memenuhi area resor. Mereka sempat merasa tidak bisa melarikan diri karena banyaknya orang yang berdesakan.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk bersembunyi di balik meja yang dimiringkan untuk menghindari api. “Satu-satunya jalan keluar,” kata mereka, “adalah melalui jendela.” Setelah berjuang keras, keduanya berhasil memecahkan jendela dan melarikan diri. Seorang saksi mata di luar bar melihat asap dan orang-orang mengetuk jendela Le Constellation, berusaha keluar. “Ada pergerakan kerumunan yang sangat besar,” tambahnya. “Semua orang berebut untuk keluar. Sangat sulit untuk menyaksikannya.”

Penyintas lainnya, Laetitia Place, menggambarkan peristiwa itu sebagai “mengerikan.” “Kami semua melihat hal-hal yang benar-benar mengerikan yang seharusnya tidak pernah dilihat siapa pun,” kata Place. Ia menceritakan saat ia dan temannya melihat api ketika menuju kamar mandi di lantai bawah. “Saya meraih lengan teman saya, tetapi kemudian saya menaiki tangga dan melepaskannya,” kenangnya. “Sekarang dia tidak menjawab saya lagi.”

Place juga menggambarkan kepanikan saat evakuasi bar. “Ada pintu kecil tempat semua orang mendorong, dan kami semua jatuh, kami bertumpuk satu sama lain, beberapa orang terbakar, dan beberapa tewas di samping kami,” ceritanya. Ia mengaku masih merasa sangat takut pasca-kejadian. “Saya sangat takut – takut untuk diri saya sendiri, takut untuk teman-teman saya, takut untuk semua orang di dalam,” ucapnya, seraya menambahkan bahwa teman-temannya masih dirawat di rumah sakit.

Mureks