PAM JAYA secara resmi memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026). Proyek strategis ini merupakan langkah konkret PAM JAYA dalam mengimplementasikan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 48 Tahun 2025, yang menargetkan pencapaian 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan di ibu kota pada tahun 2029.
Pembangunan gedung ini juga menjadi bagian integral dari transformasi PAM JAYA sebagai operator tunggal layanan air minum di Jakarta. Salah satu fungsi utamanya adalah sebagai Pusat Edukasi Air bagi masyarakat. Melalui fasilitas ini, warga dapat memperoleh pemahaman mendalam mengenai siklus air, manfaat air minum perpipaan, pentingnya konservasi air, serta urgensi mengurangi penggunaan air tanah demi keberlanjutan lingkungan kota.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menegaskan komitmen perusahaan. “Gedung Sentra Pelayanan ini kami bangun tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya air minum perpipaan dan konservasi air. Kami ingin warga Jakarta tumbuh bersama PAM JAYA dalam menjaga keberlanjutan air, seiring dengan transformasi dan digitalisasi layanan yang terus kami lakukan,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1/2026).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir meresmikan pembangunan, menyampaikan dukungannya penuh terhadap langkah transformasi PAM JAYA. Ia mendorong perusahaan untuk terus berkembang menjadi entitas yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurut Pramono, PAM JAYA saat ini berada dalam kondisi perusahaan yang sehat dan memiliki fondasi kuat untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat peran edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan air yang berkelanjutan.
Hadirkan Konsep ‘Urban Water Falling’ dan Fasilitas Terpadu
Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA dirancang setinggi 11 lantai dengan satu lantai basement, mencakup luas bangunan sekitar 18.853,80 meter persegi. Pembangunan gedung ini ditargetkan rampung dalam waktu kurang lebih 590 hari.
Secara arsitektural, gedung ini mengusung konsep “Urban Water Falling”, yang merepresentasikan aliran air layaknya air terjun di alam terbuka. Konsep ini memanfaatkan cahaya alami melalui penggunaan kaca, tidak hanya mencerminkan transparansi dan kejernihan layanan, tetapi juga mendukung efisiensi energi dalam operasional gedung.
Pusat Edukasi Air di gedung ini akan menyajikan pendekatan edukasi yang informatif dan menarik, menjadikannya destinasi pembelajaran bagi pelajar, komunitas, maupun masyarakat umum. Kehadiran pusat edukasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan layanan air tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga perilaku dan partisipasi aktif masyarakat.
Selain fungsi edukasi, Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA juga dirancang sebagai sentral layanan terpadu. Fasilitas ini akan mengintegrasikan sistem pelayanan pelanggan, call center dalam satu lokasi, koordinasi antar divisi, hingga fungsi pengawasan dan pengendalian kualitas layanan. Keberadaan War Room dan Command Center akan memperkuat pemantauan operasional secara terpusat. Sementara itu, fasilitas pendukung seperti ruang kerja terpadu, function room, hingga sport center disiapkan untuk mendukung lingkungan kerja yang lebih kondusif dan produktif.
Mureks mencatat bahwa selain sebagai pusat pelayanan, gedung ini juga menjadi ruang tatap muka yang memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi, edukasi, serta konsultasi langsung terkait layanan air minum perpipaan.
Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Prima
Seiring dengan pembangunan infrastruktur fisik, PAM JAYA juga gencar memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan. Per 1 Januari 2026, Call Center PAM JAYA telah resmi beroperasi dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat respons kepada pelanggan.
Langkah digitalisasi akan berlanjut dengan peluncuran sistem ERP pada 15 Januari 2026, diikuti dengan peluncuran Aplikasi C2M pada Juni 2026. Seluruh inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem digital perusahaan secara menyeluruh.
Melalui pembangunan Gedung Sentra Pelayanan yang dilengkapi Pusat Edukasi Air, PAM JAYA menegaskan upayanya untuk membangun layanan air yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga kuat dari sisi kesadaran publik. Dengan kolaborasi antara infrastruktur, teknologi, dan edukasi, PAM JAYA optimistis dapat menghadirkan layanan air minum perpipaan yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan warga Jakarta.






