Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan capaian signifikan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan program kesejahteraan. Dalam retret kabinet yang berlangsung di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (07/01/2026), Prasetyo Hadi membeberkan bahwa Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Jembatan (Satgas Jembatan) telah berhasil merampungkan 11 jembatan gantung dalam kurun waktu satu bulan untuk mendukung akses pendidikan.
“Alhamdulillah dalam satu bulan sudah ada perkembangan, 11 jembatan gantung sudah selesai,” ujar Prasetyo Hadi usai retret tersebut.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Menurut pantauan Mureks, percepatan pembangunan jembatan ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Selain 11 jembatan yang telah rampung, sebanyak 50 jembatan gantung lainnya saat ini sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai pada tahun 2026. Satgas Jembatan sendiri mencatat adanya kebutuhan sekitar 6.900 jembatan gantung di seluruh Indonesia yang masih harus dibangun, khususnya di daerah-daerah terpencil.
“Sedang dalam proses 50, dan terus akan kita kejar di tahun 2026, yang sangat urgent tadi dilaporkan kurang lebih sekitar 6.900 jembatan,” tambahnya, menekankan urgensi proyek ini.
Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang juga hadir dalam retret tersebut, menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan di berbagai daerah terpencil merupakan prioritas utama pemerintah. Hal ini bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang aman dan merata bagi seluruh anak Indonesia.
Selain infrastruktur jembatan, Prasetyo Hadi juga memaparkan kemajuan sejumlah program prioritas pemerintah lainnya. Program makan bergizi gratis (MBG) dilaporkan telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat, didukung oleh kurang lebih 19 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah terbangun. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan, yakni sekitar 35 ribu SPPG akan melayani hingga 82,9 juta penerima manfaat.
Program cek kesehatan gratis juga menunjukkan capaian impresif. “Kemudian juga cek kesehatan gratis telah mencapai angka 70 juta seluruh warga negara dalam satu tahun di 2025,” kata Prasetyo Hadi, menyoroti luasnya jangkauan layanan kesehatan gratis tersebut.






