Internasional

Trump Batalkan Serangan Kedua ke Venezuela, Puji Kerja Sama dengan Delcy Rodriguez

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan gelombang kedua ke Venezuela. Keputusan ini diambil setelah Washington mencapai kesepakatan kerja sama dengan pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodriguez.

Sebelumnya, pasukan AS telah melancarkan serangan ke Caracas pada Jumat (2/1) lalu. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan kemudian diadili di pengadilan federal New York. Pasca-penangkapan Maduro, Delcy Rodriguez diangkat sebagai presiden sementara Venezuela.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Melalui unggahannya di media sosial Truth Social, Trump memuji kesediaan pemerintahan Delcy Rodriguez untuk bekerja sama dengan pemerintahannya. Ini merupakan kali pertama seorang Presiden AS mengumumkan rencana serangan gelombang kedua ke suatu negara hanya berselang sepekan setelah serangan pertama.

Alasan Pembatalan Serangan Kedua

Trump menegaskan bahwa Venezuela telah “membebaskan tahanan politik dalam jumlah besar sebagai pertanda untuk ‘Pencapaian Perdamaian.'” Ia menambahkan, “Ini sangat penting dan merupakan gestur cerdas.”

Kerja sama antara kedua negara juga difokuskan pada pemulihan sektor vital. Trump menyatakan bahwa kedua negara “bekerja sama dengan baik, terutama terkait pembangunan kembali infrastruktur minyak dan gas mereka dalam bentuk yang jauh lebih besar, lebih baik, dan lebih modern.”

Berkat perkembangan positif ini, Presiden Trump memutuskan untuk menarik kembali perintah serangan. “Berkat kerja sama ini, saya membatalkan rencana serangan gelombang kedua yang sepertinya tidak diperlukan lagi. Semua kapal akan tetap berada di posisinya untuk tujuan keamanan dan keselamatan,” tulis Trump, seperti yang Mureks rangkum dari unggahan tersebut.

Mureks