Internasional

Trump: “Iran dalam Masalah Besar,” Peringatkan Otoritas Teheran Jangan Tembak Demonstran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait gelombang protes anti-pemerintah yang melanda Iran selama beberapa hari terakhir. Trump menegaskan bahwa “Iran berada dalam masalah besar” dan memperingatkan otoritas Teheran untuk tidak menembak para demonstran.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih setelah pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak AS pada Sabtu, 10 Januari 2026, Trump menyoroti perkembangan di Iran. “Menurut saya, rakyat sedang menguasai beberapa kota yang beberapa minggu lalu tidak pernah terpikirkan sebelumnya,” ujar Trump, seperti dilansir Al Arabiya.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Trump mengulangi ancaman sebelumnya, menegaskan bahwa AS mengamati situasi dengan sangat cermat. “Kami akan terlibat. Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka,” cetusnya, namun ia dengan cepat menambahkan bahwa hal itu tidak berarti pengerahan pasukan darat.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Jumat, 9 Januari 2026, menegaskan bahwa Republik Islam tersebut “tidak akan mundur” dalam menghadapi aksi-aksi protes yang telah berlangsung hampir dua minggu ini. Protes yang awalnya dipicu oleh masalah ekonomi kini telah berubah menjadi lebih politis.

Para demonstran dilaporkan meneriakkan slogan-slogan seperti “matilah diktator” dan membakar gedung-gedung resmi di Teheran, ibu kota Iran, serta kota-kota besar lainnya. Trump menyebut protes tersebut “sangat luar biasa” dan “hal yang menakjubkan untuk disaksikan.”

Menanggapi meluasnya kerusuhan, otoritas Iran telah memutus akses internet secara nasional. NetBlocks, kelompok pemantau internet, melaporkan melalui media sosial X bahwa internet telah diputus total di seluruh negeri pada Kamis sore waktu setempat. Menurut para analis, ini adalah taktik yang sering digunakan pejabat dalam protes sebelumnya untuk mencegah meluasnya kerusuhan dan bocornya video kekerasan ke luar negeri.

Catatan Mureks menunjukkan, melonjaknya inflasi dan anjloknya mata uang Iran terhadap dolar AS menjadi pemicu awal aksi demo. Kondisi ekonomi yang memburuk ini kemudian memicu ketidakpuasan yang lebih luas, mengarahkan protes pada isu-isu politik dan kepemimpinan.

Mureks