Internasional

Tragedi Tambang Afghanistan: Empat Penambang Tewas Akibat Sesak Napas dari Asap Mesin Penghancur Batu

Empat penambang dilaporkan tewas akibat sesak napas saat menggali batu permata di sebuah lokasi tambang di utara. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (9/1) waktu setempat di Distrik Khash, , dan diduga kuat disebabkan oleh asap yang berasal dari mesin penghancur batu.

Juru bicara kepolisian Badakhshan, Ehsanullah Kamgar, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Insiden itu terjadi di Distrik Khash, Provinsi Badakhshan, di mana empat pekerja di sebuah tambang meninggal,” ujar Kamgar, seperti dilansir AFP pada Minggu (11/1/2026).

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Kamgar menambahkan bahwa para penambang sedang mencari batu mulia di bawah tanah ketika mereka “meninggal karena sesak napas yang disebabkan oleh asap yang dikeluarkan dari mesin penghancur batu.” Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan tanggapan terkait pertanyaan AFP mengenai status operasional tambang tersebut, apakah beroperasi secara resmi atau ilegal.

Sektor pertambangan di Afghanistan dikenal kaya akan sumber daya alam, termasuk marmer, mineral, emas, batu mulia, dan batubara. Catatan Mureks menunjukkan, sumber daya alam yang terkubur di lanskap berbatu Afghanistan diperkirakan bernilai satu triliun dolar, berdasarkan penilaian AS dan PBB dari tahun 2010 dan 2013.

Namun, kekayaan ini seringkali diiringi oleh risiko tinggi. Kecelakaan fatal kerap terjadi di lokasi tambang, di mana para penambang seringkali bekerja tanpa peralatan atau perlengkapan keselamatan yang memadai. Sebagai contoh, pada Juli 2025, enam penambang tewas dan 18 lainnya luka-luka dalam insiden runtuhan tambang batu bara di provinsi Baghlan bagian utara.

Mureks