Internasional

Iran Dilanda Gelombang Protes Besar: Bangunan dan Kendaraan Terbakar, Internet Nasional Diblokir

Protes besar-besaran kembali mengguncang Iran pada Jumat, 9 Januari 2026, memicu kerusuhan di berbagai kota dengan pembakaran bangunan dan kendaraan. Situasi ini diperparah dengan pemblokiran akses internet nasional oleh pemerintah, menyusul laporan korban tewas yang terus bertambah.

Gelombang demonstrasi yang bermula dari lonjakan inflasi pada akhir bulan lalu kini telah berkembang menjadi perbedaan pendapat terbesar dalam tiga tahun terakhir di Republik Islam Iran. Kerusuhan dilaporkan terjadi di seluruh provinsi, dengan gambar-gambar yang disiarkan televisi pemerintah menunjukkan bus, mobil, dan sepeda motor dilalap api, serta kebakaran di stasiun metro dan bank.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Menurut pantauan Mureks, pemutusan jaringan internet secara nasional membuat Iran sebagian besar terputus dari dunia luar. Kondisi ini menyebabkan panggilan telepon internasional tidak dapat terhubung, sejumlah penerbangan dibatalkan, dan situs-situs berita online Iran hanya sesekali memperbarui informasi.

Khamenei Tuding AS Dalang Kerusuhan

Menanggapi situasi yang memanas, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh para pengunjuk rasa bertindak atas nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menegaskan, “para perusuh telah menyerang properti publik,” dan memperingatkan bahwa Teheran tidak akan mentolerir pihak-pihak yang bertindak sebagai “tentara bayaran untuk orang asing”.

Televisi pemerintah Iran juga menuding Organisasi Mujahidin Rakyat (MKO) sebagai dalang di balik kerusuhan ini. MKO sendiri merupakan kelompok oposisi yang berpisah setelah Revolusi Islam 1979.

Seorang jurnalis stasiun televisi pemerintah yang melaporkan dari Jalan Shariati di kota pelabuhan Rasht, pesisir Laut Kaspia, menggambarkan situasi di lokasi bak “zona perang”. Catatan Mureks menunjukkan, deretan toko di area tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat aksi massa.

Kelompok hak asasi manusia mencatat puluhan korban tewas sejak demonstrasi menyebar ke berbagai wilayah, menambah daftar panjang dampak dari gejolak sosial yang terus melanda Iran.

Mureks