Arus modal asing ke Indonesia tetap deras di tengah guncangan ekonomi global sepanjang tahun 2025. Fenomena ini menjadi penopang utama proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai 5,2% pada periode tersebut.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi dari Januari hingga September 2025 telah menembus angka Rp 1.434,3 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,7% secara tahunan (year on year/yoy).
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Menurut catatan Mureks, capaian realisasi investasi tersebut berada pada jalur yang tepat, mencapai 75,3% dari target total Rp 1.905,6 triliun yang dicanangkan untuk sepanjang tahun 2025. Ini menandakan optimisme investor terhadap iklim investasi di Tanah Air.
Mengapa Indonesia Tetap Menarik di Mata Investor Global?
Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan, menjelaskan bahwa posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok dunia menjadi daya tarik utama bagi investor asing. Hal ini disampaikannya dalam Media Briefing Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat (9/1/2026).
“Jawabannya adalah karena kita masih punya batu bara yang dibutuhkan oleh negara-negara lain, karena kita masih punya nikel yang dibutuhkan oleh negara-negara lain, karena kita masih punya gas yang dibutuhkan oleh negara-negara lain, karena kita masih punya bauksit yang dibutuhkan oleh negara-negara lain dan masih punya banyak hal yang lainnya. Memang itu bukan duit tetapi global membutuhkan supply itu dari Indonesia,” ujar Nurul.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan yang sulit dihindari oleh pelaku industri global. “Kita bisa memastikan bahwa Anda nggak bakalan bisa menghindar dari Indonesia untuk menempatkan Indonesia sebagai global supply chain,” tegas Nurul.
Selain kekayaan sumber daya alam, Nurul Ichwan juga menyoroti kekuatan pasar domestik Indonesia. Dengan populasi mencapai 280 juta jiwa, Indonesia menawarkan pasar yang sangat besar bagi produk dan layanan. Faktor stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten di saat banyak negara lain menghadapi ketidakpastian, turut memperkuat daya saing Indonesia.
“That’s more than enough for them to think of Indonesia sebagai destinasi investasi mereka,” pungkas Nurul. Ia menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam menempatkan Indonesia pada posisi istimewa di mata investor dunia, karena dunia membutuhkan pasokan dari Indonesia.
“We have all (sumber daya alam). Dan dunia membutuhkan, kalaupun misalnya kita nggak punya uang untuk kita pakai sendiri, negara lain membutuhkan,” tutupnya.






