Jalur utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang sempat ditutup total akibat insiden longsor tebing setinggi lebih dari 35 meter. Peristiwa ini terjadi di tiga titik berbeda setelah wilayah Poncokusumo diguyur hujan deras pada Kamis (8/1/2026) malam. Meskipun sempat melumpuhkan akses, tim gabungan telah berhasil membersihkan material longsoran, dan jalur kini dapat dilalui dengan sistem buka tutup.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Poncokusumo sejak Kamis sore pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Longsor utama, menurut pantauan Mureks, terjadi di jalur wisata sekitar Coban Bidadari pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimbun badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter dengan ketebalan mencapai 1 hingga 1,5 meter. Selain di Jalan Raya Gubugklakah sebelum Coban Bidadari, dua titik longsor lainnya juga dilaporkan terjadi di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, tepatnya ke arah Umbutlegi.
Dampak dari longsor ini, akses utama wisatawan dari Kabupaten Malang menuju Gunung Bromo sempat tidak bisa dilalui. Arus kendaraan wisatawan kemudian dialihkan melalui jalur Kabupaten Pasuruan. Sadono memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, baik dari wisatawan maupun warga yang melintas, akibat kejadian ini.
Penanganan longsor mulai dilakukan pada Jumat (9/1/2026) pagi oleh tim gabungan yang dikoordinasi oleh BPBD Kabupaten Malang, bersama sejumlah instansi terkait. Satu unit alat berat berupa ekskavator dari Dinas Bina Marga dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material. Selain itu, unit pemadam kebakaran juga turut membantu dalam proses penyemprotan material tanah yang menutupi badan jalan.
Proses pembersihan melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi serta relawan kebencanaan dari Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo. Selain menggunakan alat berat, pembersihan manual dengan cangkul dan sekop juga dilakukan. Dalam ringkasan Mureks, hingga Jumat pukul 11.40 WIB, progres penanganan telah mencapai sekitar 75 persen.
Material longsoran kini sudah berhasil dibersihkan dari badan jalan. Arus lalu lintas di jalur wisata menuju Gunung Bromo dari Kabupaten Malang sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, meskipun masih dengan sistem buka tutup untuk memastikan kelancaran dan keamanan.






