Muhammad Axle Harman Miller (9 tahun), putra dari Anggota Dewan Pakar PKS Maman Suherman, ditemukan tewas terbunuh di kediamannya yang berlokasi di Kompleks BBS 3, Kota Cilegon. Peristiwa tragis ini mengejutkan banyak pihak.
Pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku pembunuhan, yakni seorang pria berinisial HA (31). HA diketahui bekerja sebagai operator produksi di PT “CA” dan berasal dari Kota Palembang. Saat kejadian, HA tinggal di sebuah rumah kontrakan di Cilegon bersama istrinya.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Motif Ekonomi Akibat Kerugian Investasi Kripto
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setiawan, pada Senin (5/1), mengungkapkan motif di balik tindakan keji HA. “Motif ekonomi. Diketahui oleh penyidik bahwa yang bersangkutan sebelumnya sempat bermain saham kripto dengan modal awal Rp 400 juta yang mana uang tersebut diperoleh dari tabungan dengan istri,” jelas Kombes Pol Dian Setiawan.
Dian melanjutkan, investasi kripto yang dilakukan HA sempat menunjukkan keuntungan signifikan. “Dari Rp 400 juta ini dimainkan, berkembang sampai mendatangkan keuntungan Rp 4 miliar. Dari Rp 4 miliar ini yang bersangkutan belum puas kemudian dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah,” paparnya.
Setelah mengalami kerugian besar, HA terjerat dalam lilitan utang. Ia diketahui meminjam uang dari berbagai sumber, termasuk bank sebesar Rp 700 juta, koperasi tempat kerjanya Rp 70 juta, dan pinjaman online (pinjol) sebesar Rp 50 juta. “Tujuannya apa? Untuk main kripto lagi tapi hasil yang diperoleh yang bersangkutan kalah kembali,” ujar Dian.
Mureks mencatat bahwa impitan ekonomi yang semakin parah ini mendorong HA untuk merencanakan tindakan kriminal. Kombes Pol Dian Setiawan juga mengungkapkan adanya bukti percakapan di ponsel HA. “Bahkan yang bersangkutan juga sempat curhat ke istrinya, ini ditemukan penyidik pada chat hp: ‘Apabila keadaan semakin amblas yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal’,” kata Dian.
Percakapan tersebut dijawab oleh istrinya dengan kalimat, “Astagfirullah.” Chat ini terjadi pada pukul 09.00 WIB, empat jam sebelum insiden pembunuhan di Kompleks BBS yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Dian menambahkan, HA mengincar rumah korban secara acak.






