Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan pandangan pemerintah terkait dinamika penyampaian pendapat oleh publik. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap kinerja pemerintah belakangan ini, usai Retreat Kabinet Merah Putih yang berlangsung di Hambalang, Bogor, pada Selasa (6/1).
Menurut Prasetyo, penyampaian pendapat, dalam bentuk apa pun, merupakan bagian dari proses pendewasaan diri dalam bernegara. Ia menekankan pentingnya cara penyampaian yang baik agar tidak menimbulkan masalah.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
“Marilah kemudian kita menjadikan masalah itu, kalau kami ya berpendapat, bahwa itu bagian dari kita mendewasakan diri sebagai bangsa gitu ya. Artinya kalau ada sesuatu ya mungkin disampaikan dengan baik ya. Tidak ada masalah juga,” ujar Prasetyo usai acara tersebut.
Prasetyo juga tidak menampik adanya reaksi negatif yang berujung pada bentuk teror dalam penyampaian pendapat. Ia bahkan memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengetahui adanya insiden teror tersebut.
“Iya dong, masak hari begini masih ada begitu-begitu,” tegas Prasetyo, menanggapi pertanyaan mengenai pengetahuan presiden atas teror yang terjadi. Mureks mencatat bahwa pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyikapi setiap bentuk aspirasi publik.
Retreat Kabinet Merah Putih sendiri berlangsung intensif selama delapan jam, dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah menteri turut menyampaikan paparannya. Beberapa di antaranya adalah Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Sosial, serta Menteri Luar Negeri.






