Nasional

Mensesneg Prasetyo Hadi: “Kompensasi Rumah Rusak Bencana Sumatera Segera Direalisasikan”

Pemerintah akan segera merealisasikan kompensasi bagi rumah-rumah warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Rabu, 7 Januari 2026.

Prasetyo Hadi menyatakan bahwa kompensasi akan diprioritaskan untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang. “Untuk yang rusak ringan dan rusak sedang dalam waktu secepat-cepatnya untuk direalisasikan kompensasi supaya saudara-saudara kita bisa segera memperbaiki rumahnya masing-masing dan kembali dari pengungsian kembali ke kediaman masing-masing,” ujar Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Meskipun demikian, Mensesneg tidak merinci besaran pasti dari kompensasi yang akan diberikan. Menurut Mureks, fokus utama pemerintah pascabencana adalah percepatan pembangunan hunian bagi para korban.

Prioritas Pembangunan Hunian dan Peran Berbagai Pihak

Prasetyo Hadi menekankan bahwa prioritas utama adalah pembangunan hunian sebanyak-banyaknya. “Untuk prioritas pertama ini tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara-saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai kementerian dan lembaga turut serta dalam upaya ini. “Dan alhamdulillah tadi beberapa juga melaporkan hampir seluruh kementerian selain Danantara memberikan apa bantuan atau membangun hunian. Kemudian juga kepolisian juga ikut membangun hunian. Kemudian PU juga sudah merencanakan berdasarkan data rekap yang sudah diterima baik yang rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat penanganannya tersendiri,” lanjut Prasetyo.

Pembentukan Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi Pasca Bencana. Satgas ini secara khusus akan berfokus pada penanganan bencana di Sumatera.

Tito Karnavian mengungkapkan bahwa ia tidak diberikan tenggat waktu spesifik untuk menyelesaikan tugasnya. Namun, ia berkomitmen untuk menuntaskan tugas tersebut secepat mungkin. Dalam menjalankan kepemimpinannya di satgas, Tito didampingi oleh Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Tampubolon.

Mureks