Internasional

Wapres Venezuela Delcy Rodriguez Ajak AS Berkolaborasi Pasca-Penahanan Presiden Nicolas Maduro

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, yang kini menjabat pelaksana tugas presiden, secara resmi mengajak Amerika Serikat untuk berkolaborasi. Ajakan ini disampaikan pada Minggu (4/1), menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh pasukan AS.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial Instagram, Rodriguez menekankan pentingnya kerja sama. “Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional guna memperkuat kehidupan bersama yang damai dan berkelanjutan,” ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Rodriguez menegaskan prioritas Venezuela adalah terwujudnya hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati dengan AS, serta negara-negara lain di kawasan. Hubungan tersebut harus berlandaskan pada kesetaraan kedaulatan dan prinsip non-intervensi. “Presiden Donald Trump, rakyat kami, dan kawasan kami layak mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang,” kata Rodriguez. Ia menambahkan, “Ini selalu menjadi pesan Presiden Nicolas Maduro, dan inilah pesan seluruh Venezuela saat ini.”

Sebelumnya pada Minggu, Presiden AS Donald Trump menanggapi pertanyaan mengenai Rodriguez dengan menyatakan bahwa ia “bersikap kooperatif.” Namun, Trump juga memperingatkan bahwa Rodriguez dapat menghadapi kondisi yang “mungkin lebih buruk daripada yang dialami Maduro” jika tidak bekerja sama. Mureks mencatat bahwa pernyataan Trump ini mengindikasikan tekanan berkelanjutan dari Washington.

Trump secara eksplisit menyatakan tuntutannya. “Kami membutuhkan akses penuh. Kami membutuhkan akses terhadap minyak dan hal-hal lain di negara mereka yang memungkinkan kami membangun kembali negara tersebut,” tegas Trump saat ditanya mengenai apa yang ia harapkan dari Rodriguez.

Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di New York pada Sabtu malam dan saat ini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn. Keduanya menghadapi dakwaan federal AS yang berkaitan dengan perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok yang dikategorikan sebagai organisasi teroris. Maduro sendiri membantah keras tuduhan tersebut, sementara para pejabat di Caracas menyerukan pembebasan segera pasangan tersebut.

Mureks