Pemerintah Rusia secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap penunjukan Delcy Rodriguez sebagai Presiden Interim Venezuela pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Langkah ini diambil Moskow sebagai upaya menjaga perdamaian dan stabilitas negara tersebut, menyusul aksi drastis yang dilakukan Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya memberikan pembelaan keras terhadap kedaulatan Venezuela. Moskow menitikberatkan bahwa negara itu berada dalam ancaman neokolonial yang terang-terangan serta agresi bersenjata dari pihak asing.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
“Kami dengan tegas mendesak agar Venezuela dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang bersifat merusak,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia sebagaimana dikutip dari Reuters.
Kecaman ini muncul setelah Presiden Donald Trump pada Sabtu lalu mengerahkan pasukan khusus untuk menangkap Nicolas Maduro. Meskipun tidak menyebut Amerika Serikat secara eksplisit, Moskow menilai langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Rodriguez saat ini adalah bentuk pertahanan diri yang sah bagi sebuah negara berdaulat.
Rusia menegaskan bahwa mereka akan berdiri di belakang pemerintahan baru tersebut dalam menghadapi tekanan internasional. “Kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh otoritas resmi negara ini untuk melindungi kedaulatan negara dan kepentingan nasional. Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan kepada rakyat dan pemerintah Venezuela,” lanjut pernyataan resmi tersebut, seraya menambahkan bahwa Moskow akan terus memberikan dukungan yang diperlukan.
Mureks mencatat bahwa tumbangnya Maduro menjadi pukulan bagi pengaruh Rusia di kawasan Amerika Latin. Ini mengingat Maduro adalah sekutu dekat kedua Rusia yang digulingkan dalam setahun terakhir setelah Bashar al-Assad di Suriah. Situasi ini memicu perdebatan mengenai kembalinya dominasi AS di wilayah Barat yang ditanggapi dingin oleh pejabat di Kremlin.
Terkait dominasi tersebut, seorang sumber senior Rusia memberikan peringatan mengenai keseimbangan kekuasaan global. “Jika Trump menegaskan kembali Doktrin Monroe yang dihidupkan lagi mengenai dominasi AS di Belahan Bumi Barat, maka Rusia juga memiliki hak atas zona pengaruhnya sendiri,” ungkap sumber tersebut kepada Reuters.
Hingga saat ini, Presiden Vladimir Putin sendiri masih sangat berhati-hati dalam menjaga sikap terhadap Donald Trump, terutama karena adanya kepentingan untuk mengakhiri konflik di Ukraina dan memulihkan hubungan ekonomi bilateral. Putin belum berkomentar secara pribadi mengenai penangkapan Maduro, meskipun kementeriannya telah merilis kecaman keras.






