Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan memangkas produksi batu bara dan nikel pada tahun 2026. Kebijakan ini diambil dengan tujuan menjaga stabilitas harga kedua komoditas tersebut di pasar global.
“Jadi produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita. Bangsa ini harus berjalan terus, lingkungan kita jaga dan ini juga terjadi tidak hanya di batu bara termasuk nikel kita akan sesuaikan kebutuhan industri dan suplai ore nikel kita,” terang Bahlil dalam Konferensi Pers Kinerja Sektor ESDM 2025, Kamis (8/1/2026).
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Bahlil menaksir, produksi batu bara pada tahun 2026 ini hanya akan berkisar 600-an juta ton. “Kurang lebih 600 juta ton,” ungkapnya.
Sebagai perbandingan, Mureks mencatat bahwa realisasi produksi batu bara nasional pada tahun 2025 mencapai 790 juta ton. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan yang direncanakan pemerintah.
Meski demikian, Bahlil belum dapat menyampaikan angka pasti terkait penurunan produksi nikel. Ia hanya menegaskan bahwa produksi nikel akan disesuaikan dengan kebutuhan industri.
“Kami akan sesuaikan dengan kebutuhan industri dan kita akan bikin pemerataan, maksudnya industri-industri besar harus beli ore nikel dari pengusaha tambang. Jangan ada monopoli kita ingin perusahaan daerah kuat supaya ada kolaborasi, supaya hilirisasi berkeadilan. kita support tapi harus berkolaborasi,” tegas Bahlil, menekankan pentingnya kolaborasi dan pemerataan dalam hilirisasi nikel.






