Internasional

Pertamina Patra Niaga Catat Kinerja Positif 2025: Distribusi BBM-LPG Merata, Inovasi Energi Berkelanjutan

PT Pertamina (Persero) melalui subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja positif dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Perusahaan menegaskan kesiapannya untuk tahun 2026 dengan memperkuat peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional, pemerataan layanan, serta percepatan inovasi energi berkelanjutan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa capaian sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memastikan ketersediaan energi yang andal bagi masyarakat. “Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi pondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Mars Ega dalam keterangan tertulis pada Jumat (9/1/2026).

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif hingga ke wilayah pelosok. “Melalui penguatan distribusi energi, inovasi berkelanjutan, dan pelayanan sepenuh hati, kami mendukung energi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Realisasi Penyaluran BBM Subsidi dan Non-Subsidi

Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM subsidi tetap sesuai kuota dan ketentuan pemerintah. Realisasi penyaluran BBM Subsidi Solar mencapai 98,7%, Minyak Tanah tercatat 97,6%, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1% dari kuota nasional. Menurut Mars Ega, tingkat realisasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.

Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta. Konsumsi BBM non-subsidi menunjukkan tren pertumbuhan positif jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024. Mureks mencatat bahwa Pertamax naik 20%, Pertamax Turbo naik 75%, Dexlite naik 11%, dan Pertamina Dex naik 36%.

Bahkan pada 2025, konsumsi BBM non-subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95, naik hingga 117%. Peningkatan ini didukung oleh perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah 71 outlet, sehingga total outlet saat ini mencapai 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.

Capaian Distribusi LPG dan Dukungan Ekonomi Kerakyatan

Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77% dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.

Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 juga mengalami peningkatan. Bright Gas 5.5 kg naik 13% dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yang dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi produktif bagi komunitas dan pelaku usaha di berbagai daerah hingga ke level desa.

Penguatan Infrastruktur dan Layanan Siaga

Untuk menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan Satgas RAFI (Ramadan dan Idulfitri) serta Satgas NATARU (Natal dan Tahun Baru). Melalui kesiapsiagaan operasional dan layanan Pertamina Siaga, perusahaan memastikan distribusi BBM, LPG, dan Avtur tetap aman selama momen strategis, termasuk melalui pemberian skema harga khusus Avtur guna mendukung kelancaran transportasi dan pariwisata nasional serta memberikan layanan ekstra kepada masyarakat melalui Serambi MyPertamina dan layanan siaga.

Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan fasilitas strategis sepanjang 2025. Ini antara lain Terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat, revitalisasi Terminal LPG Arun di Aceh, serta Fuel Terminal Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran fasilitas ini memperkuat keandalan pasokan energi, khususnya di wilayah Indonesia timur dan kawasan strategis nasional.

Pemulihan Pasokan Pascabencana dan Transisi Energi

Dalam upaya pemulihan pasokan BBM dan LPG pascabencana di Sumatera, Pertamina Patra Niaga mengerahkan seluruh jalur distribusi secara terpadu melalui jalur darat, laut, dan udara. Penyaluran dilakukan dengan memaksimalkan mobil tangki meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses, penguatan suplai melalui kapal laut dari terminal terdekat, serta dukungan distribusi udara menggunakan pesawat perintis, pesawat Hercules, helikopter dengan sling load membawa LPG, hingga Air Tractor.

Sejalan dengan agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pada 2025, Pertamina SAF telah tersertifikasi internasional berkelanjutan ISCC CORSIA untuk fasilitas Aviation Fuel Terminal (AFT) di tiga bandara utama: Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan Halim Perdanakusuma. Inisiatif ini diperkuat melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku berkelanjutan.

Hal ini terus dikembangkan dalam ekosistem Pertamina SAF melalui program Movement Ramah Lingkungan, yang mengajak partisipasi masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah di 36 titik tersebar di SPBU dan lembaga penyalur Pertamina. Per 31 Desember 2025, volume terkumpul mencapai 154.408 liter dari 5.225 masyarakat yang berpartisipasi.

“Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden RI,” pungkas Mars Ega.

Mureks