Gelombang dingin ekstrem melanda sejumlah wilayah di Eropa pada Selasa (6/1/2026), memicu kekacauan perjalanan yang meluas dan mengakibatkan korban jiwa. Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia di Prancis dan Bosnia-Herzegovina akibat insiden terkait cuaca buruk.
Di Prancis, sedikitnya lima orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh black ice atau es hitam. Lapisan tipis es yang terbentuk di permukaan jalan ini menyebabkan kondisi jalan sangat licin sejak Senin (5/1/2026). Salah satu korban adalah seorang sopir taksi yang meninggal setelah mobilnya tergelincir dan tercebur ke Sungai Marne. Penumpang taksi tersebut saat ini dirawat karena hipotermia. Korban lain meninggal di wilayah timur Paris setelah kendaraannya bertabrakan dengan truk.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Transportasi Lumpuh di Berbagai Negara
Cuaca ekstrem juga melumpuhkan sistem transportasi di negara-negara Eropa lainnya. Di Inggris, suhu anjlok hingga minus 12,5 derajat Celsius di Norfolk, menjadikannya malam terdingin selama musim dingin ini. Meskipun Bandara Liverpool dan Aberdeen telah kembali beroperasi setelah sempat ditutup, gangguan perjalanan masih meluas. Lebih dari 300 sekolah di Skotlandia terpaksa ditutup, dan layanan kereta api mengalami gangguan parah. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk merencanakan perjalanan dengan cermat atau bekerja dari rumah.
Di Belanda, suhu di bawah minus 10 derajat Celsius menyebabkan jaringan kereta api sempat terhenti. Gangguan ini diperparah oleh masalah sistem, terutama di sekitar Amsterdam. Bandara Schiphol, salah satu penghubung utama Eropa, mencatat hari kedua pembatalan perjalanan massal, dengan lebih dari 400 penerbangan terhenti. Mureks mencatat bahwa maskapai KLM menyatakan kewalahan menangani lonjakan permintaan penjadwalan ulang akibat cuaca terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Layanan kereta nasional di Belanda mulai berjalan kembali setelah pukul 10.00 waktu setempat, meskipun masih terbatas. Banyak perjalanan Eurostar dari Amsterdam ke Paris dibatalkan atau mengalami keterlambatan.
Peringatan Badai Salju Lanjut
Kondisi serupa terjadi di Jerman, Prancis, dan Hungaria. Suhu di Jerman bagian selatan dan timur merosot jauh di bawah nol, sementara salju tebal menyelimuti banyak wilayah. Hungaria bersiap menghadapi hari kedua salju lebat, dengan sejumlah jalan dan rel kereta api, terutama di timur laut, tidak bisa dilalui. Otoritas setempat meminta warga untuk bepergian hanya jika benar-benar diperlukan.
Di Paris, salju yang turun pada Senin (5/1/2026) membeku semalaman, membuat trotoar dan jalan berbatu licin. Aktivitas wisata tetap berlangsung, tetapi dengan risiko tinggi, terutama di kawasan bertangga seperti Montmartre. Beberapa bandara kecil di Prancis ditutup, meskipun bandara utama Paris tetap beroperasi.
Inggris, Prancis, dan Jerman diperkirakan akan kembali diterjang badai pembawa salju pada akhir pekan ini. Sementara itu, di kawasan Balkan Barat, hujan dan salju lebat telah menutup jalan, memutus aliran listrik, dan memicu banjir. Di Sarajevo, seorang perempuan tewas tertimpa pohon yang roboh akibat beban salju basah.
Otoritas transportasi di berbagai negara mengimbau warga untuk membatasi perjalanan, mengutamakan keselamatan, dan memantau pembaruan cuaca seiring berlanjutnya gelombang dingin di Eropa.






