Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyambut kedatangan kloter pertama Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu, 04 Januari 2026. Para praja ini akan bertugas selama satu bulan untuk membantu pemulihan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Kehadiran Praja IPDN ini menandai dimulainya keterlibatan aktif institusi tersebut dalam mendukung percepatan normalisasi roda pemerintahan daerah yang terdampak bencana. Menurut Bima Arya, fokus utama penugasan meliputi pembersihan dan penataan kembali kantor-kantor dinas, serta pendampingan terhadap seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik dapat segera berjalan kembali.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Percepatan Fungsi Pemerintahan dan Tantangan Lapangan
“Tugas kita semua di sini adalah mempercepat kembalinya fungsi-fungsi pemerintahan,” ujar Bima Arya dalam keterangan tertulis yang diterima tim redaksi Mureks. Ia menekankan pentingnya peran para praja dalam mengembalikan stabilitas administratif di wilayah tersebut.
Bima Arya juga mengingatkan bahwa kondisi lapangan pascabencana tidak mudah dan menuntut kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan tinggi dari seluruh Praja IPDN. “Kondisinya tidak mudah, medannya berat. Tapi yakinilah bahwa Anda semua sebagai calon pemimpin-pemimpin masa depan,” tegasnya, memberikan motivasi kepada para praja.
Penggemblengan Karakter dan Kontribusi Sosial
Penugasan di Aceh Tamiang, menurut Bima Arya, merupakan bagian integral dari proses pembentukan karakter Praja IPDN. Pengalaman ini diharapkan menjadi ajang penggemblengan kepemimpinan, empati sosial, dan ketangguhan sebagai aparatur negara.
“Di sini adalah kawah candradimuka, di sini adalah tempat penggemblengan [dan] tempat ujian bagi kalian semua,” kata Bima Arya, menegaskan nilai strategis penugasan tersebut. Selain mendukung pemulihan pemerintahan, Praja IPDN juga berpotensi dilibatkan dalam pendampingan pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat kembali bangkit.
“Pastikan semuanya memberikan yang terbaik. Anda semua adalah pelaku sejarah. Anda semua adalah aktor-aktor yang sangat menentukan,” imbuhnya. Ia menambahkan, “Keringat Anda, waktu Anda, (dan) pikiran Anda selama di sini akan dinanti dan dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang.”
Pejabat yang Hadir
Dalam penyambutan kloter pertama Praja IPDN ini, hadir pula sejumlah pejabat penting. Mereka antara lain Rektor IPDN Halilul Khairi; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPDN Azharisman Rozie; Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN Arief M Edie; serta Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, beserta para pejabat terkait lainnya.






