Ibu kota Venezuela, Caracas, diguncang ledakan bertubi-tubi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Serangan udara yang menyasar pangkalan militer dan gedung pemerintahan tersebut diklaim menjadi tanggung jawab Amerika Serikat (AS).
Menanggapi insiden ini, Venezuela mengeklaim serangan udara AS bertujuan untuk merebut sumber daya strategis negara tersebut. Kedutaan Besar Venezuela di Indonesia dalam keterangan persnya menyatakan, “Tujuan serangan ini tidak lain adalah untuk merebut sumber daya strategis Venezuela, terutama minyak dan mineral, sebagai upaya untuk secara paksa menghancurkan kemerdekaan politik bangsa.”
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Meskipun demikian, Venezuela menegaskan bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil. “Setelah lebih dari 200 tahun merdeka, rakyat dan pemerintah sah Venezuela tetap teguh mempertahankan kedaulatan serta hak yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasibnya sendiri,” lanjut pernyataan tersebut.
Detail Serangan dan Aktivitas Militer AS
Menurut laporan Associated Press (AP), setidaknya tujuh ledakan terdengar di Caracas. Pantauan Mureks juga mencatat pesawat tempur AS terlihat terbang rendah di langit ibu kota sejak pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
Aktivitas militer AS di kawasan tersebut memang menunjukkan peningkatan signifikan. AS diketahui menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di wilayah Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.
Konteks ketegangan ini juga mencakup pernyataan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Kamis (1/1) lalu. Maduro menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan negosiasi dengan AS, menyusul tekanan militer yang terus-menerus terkait tuduhan jaringan perdagangan narkoba.






