Nasional

Memahami Logika Ekonomi Fabel: Mengapa Sa Angsa Tak Mencetak Uang Kayu Bernilai 3 atau 4

Sebuah pertanyaan menarik kerap muncul dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SD, khususnya saat membahas teks fabel. Pertanyaan tersebut berbunyi, “Mengapa Sa Angsa tidak membuat uang kayu yang bertuliskan angka 3 atau 4?” Pertanyaan ini menguji pemahaman siswa terhadap isi cerita dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Fabel berjudul “Ditukar dengan Apa?” menjadi dasar dari pertanyaan tersebut. Melalui cerita ini, siswa diajak untuk membaca dengan cermat dan menangkap makna yang tersirat. Untuk menjawabnya, pemahaman mendalam terhadap alur dan detail cerita fabel tersebut menjadi kunci utama.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Alasan Efisiensi di Balik Keputusan Sa Angsa

Menurut Mureks, jawaban atas pertanyaan mengapa Sa Angsa tidak membuat uang kayu bernilai 3 atau 4 terletak pada prinsip efisiensi. Dalam konteks cerita fabel tersebut, nilai uang 3 dan 4 dapat dengan mudah diperoleh melalui kombinasi atau penambahan dari uang kayu yang sudah ada, yaitu bernilai 1, 2, dan 5.

Konsep ini menunjukkan bahwa tidak perlu menciptakan denominasi baru jika nilai yang diinginkan bisa dibentuk dari denominasi yang lebih kecil atau yang sudah tersedia. Hal ini mencerminkan pemikiran praktis dalam sistem pertukaran yang digambarkan dalam fabel.

Ilustrasi Penggunaan Uang Kayu dalam Fabel

Sebagai contoh konkret, teks fabel tersebut mengilustrasikan situasi ketika Ke Kelinci ingin membeli dua wortel dari Ka Kancil. Jika Ke Kelinci membayar dengan uang kayu bernilai 5, Ka Kancil akan mengembalikan dua wortel beserta uang kembalian. Uang kembalian tersebut berupa satu uang kecil bernilai 1 dan satu uang sedang bernilai 2, yang totalnya bernilai 3.

Ilustrasi ini memperjelas bagaimana kombinasi uang 1 dan 2 dapat berfungsi sebagai pengganti uang bernilai 3, tanpa perlu menciptakan uang kayu khusus dengan angka tersebut. Prinsip yang sama berlaku untuk nilai 4, yang bisa dibentuk dari kombinasi 1 dan 1 dan 2, atau 2 dan 2.

Informasi mengenai fabel ini disadur dari buku Bahasa Indonesia Lihat Sekitar SD/MI Kelas IV yang ditulis oleh Eva Yulia N. dan Cicilia Erni S. Pemahaman terhadap konteks cerita ini membantu siswa tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga menangkap pelajaran tentang nilai dan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari.

Mureks