Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa ia akan merasa berhasil dalam tugasnya apabila usia Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dapat menyamai Ratu Elizabeth II. Pernyataan ini disampaikan Budi saat membuka acara groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Ratu Elizabeth II, yang merupakan kepala monarki terlama di Inggris Raya, wafat pada usia 96 tahun pada 8 September 2022. Budi Gunadi menekankan pentingnya menjaga kesehatan Sri Sultan.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
“Kami memahami kita ada perbedaan usia, tapi sebagai Kementerian Kesehatan, kami akan sangat merasa berhasil kalau Ngarso Dalem itu usianya minimal sama dengan Queen Elizabeth di Inggris,” kata Budi Gunadi.
Ia bahkan berharap usia Sri Sultan bisa mencapai 100 tahun. “Ngarso Dalem itu, kepalanya (usianya) harus minimal kepala 9 (usia 90 tahun), syukur-syukur kepala 100. Kalau dia di bawah itu, itu Menteri Kesehatannya gagal,” tegas Budi.
Budi Gunadi menambahkan bahwa sebagai seorang ‘adik’, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan ‘seniornya’. “Dan itu saya tugaskan ke Ibu di Rumah Sakit Sardjito untuk memastikan Ngarso Dalem itu dirawat dengan baik agar nanti pada peresmian ini (gedung) sama gagahnya, minimal seperti sekarang, syukur-syukur lebih gagah lagi,” ujarnya.
Percepatan Pembangunan RSUP Dr Sardjito
Budi Gunadi mengapresiasi RSUP Dr Sardjito sebagai rumah sakit pertama yang menyusun master plan pembangunan. Rencana awal mencakup sembilan bangunan, terdiri dari tujuh gedung untuk pasien dan dua untuk kantor, dengan target penyelesaian pada tahun 2040.
Namun, Sri Sultan HB X memberikan ‘kode’ tersirat terkait jadwal tersebut. “Beliau (Sultan) juga sampaikan pada saat kita sarapan bersama. Jadi dibilang, ‘Pak Menkes, ini kalau kita 2040, yang resmikan nanti siapa?’ Ngarso Dalem itu kan orang Jawa, jadi kalau penyampaiannya kan kita sebagai orang Sunda itu mesti lebih sensitif sedikit, gitu, memahami, ya,” cerita Budi.
Mureks mencatat bahwa respons Budi Gunadi adalah upaya keras untuk mempercepat pembangunan agar dapat rampung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029. Targetnya, minimal ada groundbreaking untuk dua gedung pada tahun ini, termasuk untuk rawat inap dan onkologi pada tahun depan. “Setiap tujuh bulan, delapan bulan ground breaking satu (gedung), ground breaking lagi satu, lagi gitu ya,” jelasnya.
Detail Gedung Central Medical Unit
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr Eniarti, menjelaskan bahwa Gedung Central Medical Unit (CMU) akan dibangun di lahan seluas 10.043,77 meter persegi. Gedung ini akan memiliki 13 lantai dan dua basement, dengan total luas bangunan mencapai 55.574 meter persegi.
“Yang menjadi simbol transformasi layanan kesehatan lanjutan di Indonesia,” kata Eniarti. Proyek pembangunan ini memiliki nilai kontrak Rp 917,97 miliar dengan masa pembangunan selama dua tahun.
Gedung CMU dirancang sebagai pusat layanan medis berteknologi tinggi. Fasilitasnya meliputi kamar operasi canggih yang mendukung bedah robotik, kamar operasi hibrida dengan sistem angio-CT, serta didukung oleh peralatan radiologi mutakhir seperti MRI 3 Tesla dan CT Spectral Photon-Counting.
Selain itu, gedung ini akan dilengkapi dengan laboratorium produksi sel punca (stem cell), cath lab biplane, serta kapasitas layanan komprehensif berupa 52 tempat tidur emergensi, 29 kamar operasi, 6 cath-lab, 192 tempat tidur perawatan intensif, dan fasilitas parkir.






