Nasional

Venezuela Bebaskan Tahanan Politik, Mantan Capres Oposisi Turut Dibebaskan dalam Kesepakatan dengan AS

Pemerintah Venezuela mulai membebaskan sejumlah besar tahanan politik, termasuk mantan calon presiden oposisi Enrique Marquez, pada Jumat (9/1/2026). Langkah ini dinilai sebagai konsesi Caracas kepada Amerika Serikat (AS) menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Pembebasan ini merupakan yang pertama sejak Delcy Rodriguez mengambil alih pemerintahan. Rodriguez diketahui mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bersedia membiarkan Rodriguez memimpin asalkan AS memperoleh akses ke minyak Venezuela.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“Semuanya sudah berakhir sekarang,” ujar Marquez dalam sebuah video yang direkam bersama istrinya dan aktivis oposisi lain yang juga dibebaskan, Biagio Pilieri, seperti dilansir AFP pada Jumat (9/1/2026).

Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menanggapi pembebasan ini sebagai hasil dari strategi tekanan yang diterapkan AS. “Ini adalah salah satu contoh bagaimana presiden menggunakan tekanan maksimum untuk melakukan hal yang benar bagi rakyat Amerika dan Venezuela,” kata Kelly.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyatakan bahwa pemerintah membebaskan sejumlah warga Venezuela dan warga negara asing demi terciptanya hidup berdampingan secara damai. Namun, ia tidak merinci jumlah maupun identitas pasti para tahanan yang dibebaskan.

Langkah ini disambut baik oleh pemimpin oposisi Maria Corina Machado. Ia meyakini bahwa keadilan pada akhirnya akan terwujud. “Ketidakadilan tidak akan bertahan selamanya, dan kebenaran, meskipun terluka, pada akhirnya akan menemukan jalannya,” tutur Machado.

Di sisi lain, Presiden Trump kembali menegaskan tekanannya terhadap Venezuela, yang mencakup isu keamanan dan minyak. Ia mengumumkan rencana AS untuk menjual 30–50 juta barel minyak mentah Venezuela, dengan hasil penjualannya akan digunakan Caracas untuk membeli produk buatan Amerika.

Menanggapi hal tersebut, Delcy Rodriguez menepis anggapan bahwa negaranya tunduk pada AS. “Kami tidak tunduk dan tidak dijajah. Tidak ada yang menyerah. Ada perlawanan demi tanah air,” tegasnya.

Catatan Mureks menunjukkan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Hak Asasi Manusia Venezuela, Foro Penal, memperkirakan lebih dari 800 tahanan politik masih mendekam di penjara-penjara Venezuela. Di Caracas, keluarga para tahanan terlihat berkumpul di depan pusat penahanan El Helicoide, berharap pembebasan akan terus berlanjut.

Mureks