Nasional

Sibolga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Posisi Geografis Strategis di Pesisir Barat Sumatera Utara

Sibolga, sebuah kota pesisir di Sumatera Utara, telah lama menjadi pusat aktivitas penting berkat posisi geografisnya yang strategis dan jejak sejarahnya sebagai pelabuhan. Perkembangan kota ini tidak lepas dari kondisi alam, dinamika perdagangan, serta perjalanan panjangnya di kancah regional.

Kondisi Geografis Kota Sibolga

Menurut data resmi Pemerintah Kota Sibolga, kota ini terletak di pesisir barat Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Teluk Tapian Nauli. Ketinggian wilayahnya bervariasi antara 0 hingga 150 meter di atas permukaan laut, dengan topografi didominasi dataran pantai rendah serta lereng hingga pegunungan dengan kemiringan lahan yang bervariasi.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Secara geografis, Sibolga berada pada 1º42′–1º46′ Lintang Utara dan 98º44′–98º48′ Bujur Timur, dengan luas wilayah sekitar 27,78 kilometer persegi. Iklim di Sibolga cenderung panas, dengan suhu berkisar 21,6–32°C dan curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Wilayah daratannya berbatasan langsung dengan Kabupaten Tapanuli Tengah, sementara di sebelah barat berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Sejarah Kota Sibolga

Sebagai kota pelabuhan tua, Sibolga memiliki sejarah krusial yang terkait erat dengan perdagangan dan kolonialisme di wilayah barat Sumatera. Mureks mencatat bahwa pada masa pemerintahan Belanda, Sibolga mengalami perkembangan pesat.

Hal ini terjadi setelah kota tersebut ditetapkan sebagai ibu kota Keresidenan Tapanuli, yang kemudian memperkuat perannya sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas pelabuhan. Informasi ini diperkuat oleh skripsi berjudul

Mureks