Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Unit I.C.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menginisiasi program pengelolaan limbah rumah tangga di RW 02 Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Yogyakarta. Inisiatif ini fokus pada pemanfaatan limbah galon plastik sekali pakai dan sampah organik menjadi produk fungsional yang ramah lingkungan.
Program pendampingan ini hadir sebagai respons terhadap tantangan serius persoalan sampah di kawasan perkotaan. Mureks mencatat bahwa limbah plastik galon dan sisa sampah organik rumah tangga masih menjadi isu krusial di wilayah tersebut, berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan menurunkan tingkat kebersihan permukiman.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Transformasi Limbah Galon Menjadi Solusi Lingkungan
Dalam upaya mengatasi masalah ini, mahasiswa KKN UAD bersama warga setempat bergotong royong menciptakan “galon tanam” dan tong sampah sederhana dari galon bekas. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap pada tanggal 15, 16, dan 22 November 2025, bertepatan dengan agenda kerja bakti rutin di lingkungan RW 02.
Partisipasi aktif terlihat dari mahasiswa KKN Alternatif 102 Unit I.C.1, pengurus RT setempat, serta warga RT 04, RT 05, dan RT 06. Mereka bahu-membahu membersihkan lingkungan, memilah sampah, hingga mengolah galon bekas.
Galon Tanam: Komposter Alami untuk Sampah Organik
Untuk pembuatan galon tanam, mahasiswa mendampingi warga memodifikasi galon dengan melubangi bagian sisi dan bawahnya. Desain ini menyerupai prinsip kerja biopori atau Losida (Lodong Sisa Dapur).
Galon yang telah dimodifikasi kemudian ditanam sebagian ke dalam tanah di area strategis atau pekarangan warga. Fungsinya sebagai wadah penampungan sampah organik rumah tangga, seperti sisa nasi, kulit buah, atau potongan sayur.
Sampah organik tersebut akan terurai secara alami di dalam galon, berubah menjadi nutrisi yang meresap ke tanah. Proses ini secara otomatis menyuburkan tanaman di sekitarnya tanpa memerlukan pupuk kimia tambahan atau menimbulkan bau menyengat.
Tong Sampah Fungsional dari Galon Bekas
Selain galon tanam, mahasiswa KKN Alternatif 102 Unit I.C.1 juga mengembangkan pembuatan tong sampah sederhana dari galon bekas. Inisiatif ini memanfaatkan galon sisa yang sebelumnya tidak terpakai, sehingga limbah galon dapat digunakan kembali secara fungsional.
Tong-tong sampah galon ini kemudian ditempatkan di rumah warga, sudut jalan, hingga pos ronda. Keberadaannya diharapkan dapat membantu mengurangi pembuangan sampah sembarangan dan mendorong kebiasaan membuang sampah yang benar di lingkungan RW 02.
Antusiasme Warga dan Harapan Keberlanjutan
Kegiatan kolaboratif ini disambut hangat oleh warga RW 02 Muja Muju. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyiapkan lubang resapan air, memasang sistem galon tanam, serta menempatkan tong sampah galon di lokasi yang telah disepakati.
Ke depannya, mahasiswa KKN Alternatif Unit I.C.1 berharap hasil pendampingan ini dapat terus dilanjutkan oleh warga. Dengan tersedianya fasilitas komposter dan tempat sampah yang memadai, diharapkan terbentuk budaya sadar lingkungan dan gaya hidup minim sampah (Zero Waste) yang berkelanjutan di RW 02 Muja Muju, Umbulharjo.
Referensi penulisan: kumparan.com






