Nasional

Saham DADA Melonjak 35% di Awal 2026, Didorong Laba Ratusan Persen dan Sinyal Re-rating Pasar

Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menunjukkan sinyal kebangkitan signifikan di awal tahun 2026. Emiten properti ini mencatatkan lonjakan harga saham hingga sekitar 35% dalam waktu singkat pada sesi perdagangan, bergerak agresif dari level Rp50 ke kisaran yang lebih tinggi.

Pergerakan harga yang cepat ini langsung menarik perhatian pelaku pasar, didukung oleh volume transaksi yang kuat dan arah yang tegas. Kenaikan ini mengindikasikan adanya perubahan fundamental yang mendasari.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Kinerja Laba Mendorong Perubahan Persepsi Pasar

Direktur & CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menjelaskan bahwa salah satu pendorong utama perubahan persepsi pasar adalah lonjakan kinerja laba perusahaan. “Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berhasil melakukan akselerasi bisnis secara nyata,” ujar Bayu.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, perseroan membukukan pertumbuhan laba yang sangat signifikan, bahkan mencapai ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III. Lonjakan laba sebesar itu, menurut Bayu, sering kali menjadi sinyal awal bahwa valuasi lama sudah tidak lagi relevan.

Harga saham DADA di level Rp50 dinilai belum mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang telah mengalami perbaikan signifikan. Di kalangan analis, situasi ini kerap disebut sebagai fase awakening, yaitu transisi dari saham yang sebelumnya minim perhatian menjadi saham dengan narasi pertumbuhan yang mulai diperhitungkan.

Sinyal Awal Re-rating Valuasi

Lonjakan harga sekitar 35% dalam waktu singkat ini dipandang bukan sebagai puncak, melainkan potensi awal dari proses penyesuaian valuasi. “Bagi investor jangka menengah hingga panjang, pergerakan seperti ini sering dibaca sebagai sinyal awal re-rating, ketika pasar mulai menyesuaikan harga saham dengan prospek dan fundamental yang sebelumnya belum sepenuhnya tercermin,” jelas Bayu Setiawan.

Data kinerja riil perseroan menjadi pembeda utama yang mendorong perubahan persepsi pasar. Hal ini membuat sebagian investor mulai menggeser strategi dari sekadar perdagangan jangka pendek ke pendekatan hold atau investasi jangka panjang. Catatan Mureks menunjukkan, penguatan tersebut diperkuat oleh pertumbuhan laba ratusan persen antar kuartal, sehingga memberikan konteks fundamental yang jelas terhadap pergerakan harga saham.

Prospek dan Tantangan di Sektor Properti

Di tengah tanda-tanda pemulihan sektor properti dan meningkatnya selektivitas investor, DADA berpotensi menjadi contoh transformasi emiten berkapitalisasi kecil yang kembali menarik perhatian pasar. Ini berkat perbaikan kinerja dan prospek usaha yang lebih menjanjikan.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati berbagai faktor risiko. Ini meliputi kondisi makroekonomi global, daya beli masyarakat, hingga realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal-kuartal berikutnya. Volatilitas masih berpotensi terjadi, sehingga pendekatan selektif berbasis fundamental tetap menjadi kunci.

“Seiring mulai bangkitnya sektor properti, DADA berpotensi ikut menikmati momentum pemulihan tersebut,” tutup Bayu dengan optimistis.

Mureks