Keuangan

Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000, BBCA Mulai Dilirik di Tengah Net Sell Asing

Perdagangan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hari ini menjadi sorotan pelaku pasar, seiring optimisme besar terhadap arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Meski masih dibayangi tekanan jual asing, saham BBCA menunjukkan daya tahan dan mulai menampakkan sinyal akumulasi menjelang awal 2026.

Pada perdagangan hari ini, saham BBCA ditutup menguat 0,62% ke level Rp8.075. Sepanjang sesi, sebanyak 102 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 20.506 kali transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp822,02 miliar.

Namun, di balik penguatan tersebut, investor asing masih mencatatkan net sell Rp95,32 miliar di saham BBCA. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan dari global investor belum sepenuhnya mereda, meski harga saham tetap mampu bertahan di zona hijau.

Akumulasi Domestik Jadi Penopang Harga BBCA

Bbca
Bbca live chart hari ini 2 Januari 2026

Menariknya, aksi jual asing tidak membuat BBCA kehilangan peminat. Justru, investor domestik terlihat mulai masuk secara agresif. BCA Sekuritas tercatat membukukan net buy Rp240,3 miliar pada saham BBCA hari ini.

Aksi tersebut mengindikasikan adanya keyakinan bahwa pelemahan harga sebelumnya membuka ruang akumulasi. Bagi sebagian pelaku pasar, BBCA dinilai sedang berada di fase harga yang lebih “rasional” setelah tekanan panjang sepanjang 2025.

Klik di sini untuk update berita tentang BBCA dan saham lainnya!

BBCA Masih Bearish, Tapi Ada Peluang Rebound

Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pergerakan BBCA masih berada dalam tren bearish. Meski begitu, saham ini mampu bertahan di atas area support penting dan mulai menunjukkan tanda-tanda akumulasi.

Potensi terdekat jika terjadi rebound akan menguat menuju level 8.250–8.450,” tulis BRI Danareksa dalam ulasan terbarunya. Untuk strategi jangka pendek, BBCA direkomendasikan buy untuk swing trade dengan batas stoploss di bawah 7.850.

IHSG Bisa 10.000, BBCA Diuntungkan

BBCA
IHSG live chart hari ini (2/1/2026)

Sentimen positif datang dari pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hari ini menyampaikan keyakinannya bahwa IHSG berpeluang menembus level 10.000 pada 2026, didukung oleh kebijakan ekonomi yang lebih sinkron.

Ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron dan ekonomi yang semakin bagus, harusnya naik lebih cepat. Tahun depan 10.000 lebih, akhir tahun depan 10.000 lebih,” ujar Purbaya.

Optimisme ini menjadi katalis penting bagi saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan IHSG.

Baca juga: BBCA Tertekan Arus Keluar Dana Asing, Benarkah Ini Sinyal Rebound di 2026?

BBCA Masih Ditekan, Tapi Momentum Mulai Terbentuk

Meski masih mencatatkan net sell asing hari ini, BBCA menunjukkan ketahanan harga yang solid, ditopang oleh akumulasi investor domestik dan optimisme makro dari pemerintah. Pernyataan Purbaya soal potensi IHSG 10.000 turut memperkuat sentimen bahwa saham bank jumbo berpeluang kembali menjadi primadona.

Bagi investor, fase konsolidasi BBCA saat ini bisa menjadi momen strategis untuk menyusun langkah. Pantau pergerakan harga, cermati level teknikal, dan siapkan strategi terbaik menghadapi peluang BBCA di 2026.

Klik mureks untuk tahu artikel menarik lainnya!

Mureks