REJANG LEBONG – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 88/Kesatria Bukit Kaba (KBK) Rejang Lebong, Bengkulu, dikerahkan ke tiga desa di Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI). Pengerahan ini bertujuan untuk membantu warga membersihkan bekas material banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada 30 Desember 2025.
Komandan Brigif TP 88/KBK Rejang Lebong, Kolonel Inf Sumardi, menyatakan bahwa personelnya fokus pada pembersihan lumpur dan bantuan langsung kepada masyarakat. “Personel Brigif TP 88/KBK kami kerahkan ke lapangan guna melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur serta membantu warga terdampak banjir di Desa Lubuk Belimbing 1, Desa Suka Marindu, dan Sari Pulau, Kecamatan SBI,” kata Kolonel Sumardi dalam keterangan tertulis di Rejang Lebong, Kamis (1/1).
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Selain membersihkan lumpur dan sisa material banjir, prajurit TNI juga melakukan pengecekan kerusakan akibat bencana alam serta mendampingi penyaluran bantuan. Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian TNI bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam membantu masyarakat pascabencana.
Dampak Banjir Bandang dan Upaya Pemulihan
Banjir bandang yang menerjang tiga desa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga terendam, bahkan beberapa di antaranya hanyut. Areal pertanian juga mengalami kerusakan parah, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
Kolonel Sumardi menegaskan komitmen TNI dalam upaya pemulihan. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana. TNI bersama pemda dan unsur terkait berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat dan bencana alam,” ucapnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong, M Budianto, sebelumnya menyebutkan bahwa banjir pada 30 Desember 2025 telah berdampak pada 81 Kepala Keluarga (KK) dan merusak areal pertanian sawah warga. Menurut Mureks, banjir ini terjadi akibat tanggul jebol, menyebabkan air naik ke permukiman penduduk setinggi satu meter, serta merusak sebagian fasilitas jembatan dan saluran drainase.
Rincian warga yang terdampak meliputi Desa Lubuk Belimbing I sebanyak 60 KK dengan kerugian sementara diperkirakan Rp100 juta. Di Desa Sari Pulau, tiga KK terdampak dengan kerugian berkisar Rp50 juta, sementara di Desa Sukamerindu, 18 KK mengalami dampak serupa.
Di Desa Sukamerindu, selain merendam rumah penduduk, banjir juga merusak areal pertanian padi siap panen. Lahan milik Heli Putra seluas 0,75 hektare, Nurani seluas 0,5 hektare, dan Endi seluas 0,5 hektare dilaporkan rusak akibat terjangan banjir.






