Sebuah ledakan dahsyat mengguncang sebuah bar di kota resor ski Crans-Montana, Swiss, pada malam Tahun Baru, Kamis (1/1/2026) dini hari. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya 10 orang dan menyebabkan 10 lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius.
Kepolisian Swiss mengonfirmasi kepada Sky News bahwa meskipun kebakaran dipicu oleh ledakan, pihak berwenang memastikan insiden tersebut tidak dianggap sebagai aksi terorisme. Ledakan terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat (07.30 WIB) di Le Constellation Bar and Lounge, sebuah tempat hiburan dua lantai yang kala itu dipadati lebih dari 100 pengunjung.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan. Media Swiss, Blick, mengutip seorang dokter yang menyatakan bahwa puluhan orang menderita luka bakar akibat kejadian tersebut. Tim redaksi Mureks mengamati bahwa pihak berwenang menegaskan insiden tersebut tidak dianggap sebagai aksi terorisme.
Respons darurat segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Polisi, pemadam kebakaran, dan tim medis darurat bekerja sama dalam operasi penyelamatan. Sejumlah helikopter juga turut membantu mengevakuasi korban dan memantau situasi dari udara. Upaya tanggap darurat masih terus berlangsung.
Untuk mempermudah operasi penyelamatan, kawasan di sekitar lokasi kejadian telah ditutup total. Zona larangan terbang juga diberlakukan di area tersebut. Seorang dokter dari layanan ambulans udara dan penyelamatan Swiss melaporkan kepada stasiun TV RTS bahwa rumah sakit terdekat “kewalahan menangani korban luka bakar” yang berdatangan.
Pihak berwenang telah membuka nomor telepon khusus bagi keluarga yang mencari informasi mengenai kerabat mereka yang mungkin berada di resor Valais pada malam kejadian. Sementara itu, di media sosial, muncul laporan yang menyebutkan bahwa insiden ini kemungkinan dipicu oleh perangkat piroteknik yang digunakan saat konser di lokasi tersebut. Namun, polisi belum memverifikasi informasi tersebut.
Konferensi pers dijadwalkan pada Kamis (1/1/2026) pukul 10.00 waktu setempat (16.00 WIB) untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan dan identifikasi korban.






