Tren

Kementerian PU Percepat Pemulihan Irigasi Jambo Aye Aceh Utara, Jamin Suplai Air Pertanian

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat memulihkan infrastruktur Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pascabencana. Langkah ini diambil untuk menjamin kembali optimalnya suplai air bagi aktivitas pertanian masyarakat yang mulai bangkit.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen kementeriannya dalam menjaga keberlanjutan layanan irigasi, khususnya di sentra produksi pangan. Menurut Dody, pemulihan fungsi irigasi menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan mata pencarian petani.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Begitu terjadi gangguan, harus segera cepat ditangani agar saluran kembali berfungsi,” kata Menteri Dody pada Kamis (1/1).

Penanganan yang dilakukan oleh Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 mencakup beberapa aspek krusial. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa upaya tersebut meliputi perapian jalan putus dan pembersihan akses logistik, pembersihan gelondongan kayu di Bendung Jambo Aye, serta rehabilitasi tiga bangunan sadap.

Selain itu, BWS Sumatera 1 juga melakukan pembangunan pintu air, konstruksi pengendali banjir, serta perkuatan tebing dan normalisasi sungai untuk mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang.

Daerah Irigasi Jambo Aye sendiri merupakan penyuplai air vital bagi lahan pertanian seluas 19.473 hektare di intake kiri dan 3.028 hektare di intake kanan, yang tersebar di wilayah Aceh Utara dan timur.

Dengan percepatan penanganan ini, Kementerian PU berharap aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali normal dan produktivitas hasil bumi tetap terjaga. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memantau serta melakukan penanganan lanjutan guna memastikan infrastruktur sumber daya air tetap andal dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di kemudian hari.

Mureks