Tren

Tanjungpinang Targetkan 100 Ribu Wisman pada 2026, Andalkan Event Internasional dan Pembukaan Rute Penerbangan

Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menargetkan kunjungan 100 ribu wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2026. Target ambisius ini didorong oleh berbagai strategi yang telah disiapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat untuk menarik minat turis asing.

Kepala Disbudpar Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target tersebut. Menurutnya, kehadiran wisman sangat vital sebagai devisa hidup bagi pemasukan daerah. “Ada ajang internasional Dragon Boat Race, lalu Festival Sungai Carang, termasuk Kepri Art Culture yang akan digelar Pemerintah Provinsi Kepri tahun ini,” kata Nazri di Tanjungpinang, Kamis (01/01/2026).

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Strategi Genjot Kunjungan Wisman

Nazri menjelaskan, agenda wisata internasional yang akan digelar tersebut disesuaikan dengan jadwal liburan di negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. Kedua negara ini merupakan penyumbang kunjungan wisman terbesar di Tanjungpinang.

Selain itu, pembukaan kembali jalur penerbangan internasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang diharapkan menjadi katalisator penting. Pemerintah berencana membuka rute penerbangan dari India, Korea, hingga Malaysia ke Tanjungpinang. “Mudah-mudahan terealisasi tahun ini,” ujarnya.

Disbudpar Tanjungpinang juga gencar meningkatkan promosi pariwisata ke negeri jiran, seperti Johor, Malaysia, melalui program Jiran Istimewa atau JIWA. Mureks mencatat bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menjangkau pasar utama.

Tanjungpinang masih mengandalkan pariwisata budaya, religi, dan sejarah sebagai daya tarik utama bagi turis asing dari Malaysia, Singapura, hingga negara-negara di Eropa, seperti Italia. Rata-rata wisman saat ini menginap selama dua hari, namun Disbudpar berupaya meningkatkan durasi tinggal tersebut.

“Kita upayakan event-event wisata digelar empat hari sehingga masa tinggal wisatawan lebih lama, karena ini tentu berefek ganda pada perekonomian daerah,” ucap Nazri, menekankan dampak positif terhadap ekonomi lokal.

Evaluasi Kunjungan Wisman 2025

Nazri memaparkan, jumlah kunjungan wisman ke Tanjungpinang periode Januari hingga Oktober 2025 mencapai 53 ribu orang. Dengan rata-rata kunjungan 5.000 orang per bulan, pihaknya menargetkan angka 63 ribu orang per Desember 2025.

Ia mengakui bahwa target 100 ribu kunjungan wisman pada tahun 2025 tidak dapat terpenuhi. Hal ini dipicu oleh minimnya agenda wisata bertaraf internasional, promosi wisata yang kurang masif, serta kondisi perekonomian regional maupun internasional yang kurang mendukung.

Berbeda dengan wisman, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) menunjukkan angka yang sangat tinggi. Per Oktober 2025, jumlah wisnus sudah mencapai 630 ribu orang. “Cukup tinggi,” pungkas Nazri.

Mureks