Jumat, 02 Januari 2026 – Apple dikabarkan secara signifikan memangkas pengeluaran untuk headset mixed reality Vision Pro setelah investasi besar-besaran yang dilakukan. Langkah ini mengindikasikan bahwa penjualan produk inovatif tersebut belum memenuhi ekspektasi perusahaan.
Laporan terbaru dari Financial Times menyebutkan bahwa Apple telah mengurangi anggaran manufaktur dan pemasaran untuk Vision Pro sepanjang tahun 2025. Penurunan anggaran pemasaran bahkan mencapai 95%, sebuah angka yang mencolok dan menunjukkan bahwa penjualan Vision Pro tidak “membakar” pasar seperti yang diharapkan Apple.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Mengapa Vision Pro Belum Mampu Bersinar?
Sejak era iPod, Apple dikenal memiliki “sentuhan Midas” dalam meluncurkan produk baru. Dari iPhone, iPad, hingga chip buatannya sendiri, Apple selalu berhasil menciptakan perangkat yang meraih popularitas luar biasa. Namun, Vision Pro tampaknya belum mengikuti jejak kesuksesan tersebut, hanya mencatat keberhasilan yang beragam meskipun telah merilis model yang ditingkatkan.
Apple sendiri belum secara resmi mengungkapkan angka penjualan Vision Pro. Perusahaan juga menolak berkomentar mengenai laporan Financial Times ini, yang semakin memperkuat spekulasi tentang kinerja penjualan yang kurang memuaskan.
Salah satu faktor utama yang disebut-sebut menghambat adopsi Vision Pro adalah harganya yang sangat tinggi, mencapai $3.499. Dengan kondisi ekonomi saat ini, pembelian perangkat semahal itu, yang oleh sebagian besar konsumen dianggap tidak esensial, menjadi pertimbangan berat.
Hal ini secara otomatis membatasi target pasar Apple hanya pada penggemar setia dan konsumen berpenghasilan tinggi yang mampu mengeluarkan dana sebesar itu tanpa masalah berarti. Menurut Mureks, segmen pasar ini jauh lebih kecil dibandingkan produk Apple lainnya.
Firma riset IDC memperkirakan Apple hanya akan mengirimkan sekitar 45.000 unit Vision Pro baru pada kuartal terakhir 2025. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan penjualan perangkat Apple lainnya, dan dinilai tidak cukup untuk memberikan dampak signifikan pada pasar.
Tantangan Desain dan Persaingan Pasar
Meskipun tim redaksi Mureks menyukai Apple Vision Pro M5 dalam ulasan mereka, perangkat ini tidak sepenuhnya memuaskan. Bahkan dengan desain yang ditingkatkan dan peningkatan daya, banyak pengguna mengeluhkan perangkat ini terasa berat dan tidak nyaman. Daya tahan baterai yang relatif rendah juga menjadi kendala. Faktor lain seperti asisten suara Siri yang “itu-itu saja” dan kurangnya aplikasi unggulan turut menurunkan skor ulasan.
Situasi semakin sulit bagi headset Apple ini mengingat dominasi headset realitas virtual (VR) milik Meta di pasar, yang ditawarkan dengan harga lebih rendah. Bahkan, Meta sendiri juga mengurangi pengeluaran pemasaran, seiring dengan penurunan permintaan headset VR sebesar 14% secara tahunan.
Apple mungkin belum siap menyerah pada Vision Pro, namun jelas bahwa perusahaan sedang menggeser prioritas. Konsumen menunjukkan minat yang lebih besar pada kacamata pintar terbaik daripada headset mixed reality. Untuk itu, rumor terbaru menyebutkan Apple berencana meluncurkan kacamata bertenaga AI sendiri pada akhir 2026, yang lebih selaras dengan permintaan konsumen.






